Sumbawanews.com,- Real Madrid dan Barcelona sama-sama meraih tiga kemenangan berturut-turut di awal musim LaLiga 2026/2027, mencetak 10 dan 12 gol sekaligus hanya kebobolan dua kali masing-masing. Namun, pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan bahwa kesuksesan awal ini justru menunjukkan betapa beratnya tekanan di Liga Spanyol — tekanan yang tidak ditemukan di liga lain seperti Ligue 1 atau Bundesliga.
Mourinho menolak tegas anggapan bahwa LaLiga lebih mudah hanya karena Madrid dan Barcelona sering mendominasi. “Anda mungkin berpikir kompetisinya gampang setelah melihat kami mencetak empat gol melawan Malaga atau Barcelona mencetak lima gol ke lawan Elche,” ujarnya dalam pernyataan resmi Real Madrid. “Tapi di sini, tekanan untuk selalu menang setiap pekan adalah sesuatu yang tak ada di tempat lain.”
Menurutnya, juara di Prancis atau Jerman bisa meraih gelar tanpa harus menang di setiap laga — ada ruang untuk kesalahan. Di LaLiga, hasil selain kemenangan dianggap gagal. “Tekanan ini sangat membebani tim-tim yang bermain di liga dengan karakteristik seperti ini,” tegas Mourinho, yang pernah menangani Chelsea, Inter Milan, Tottenham, AS Roma, dan Manchester United.
Kedua tim raksasa itu kini memimpin klasemen, dengan Atletico Madrid menempel di posisi ketiga dengan tujuh poin. Ujian pertama bagi Madrid datang Sabtu malam (5/9) saat bertandang ke markas Real Betis, sementara Barcelona akan menghadapi Valencia pada Minggu dini hari (6/9).
Dengan duopoli yang kembali menguat, Mourinho memperingatkan: di LaLiga, tidak ada ruang untuk istirahat — hanya menang, atau kalah.















