Home Berita Olah Raga Mourinho Sindir Casillas dan Pemain Manja di Era 2010-2013

Mourinho Sindir Casillas dan Pemain Manja di Era 2010-2013

Sumbawanews.com,- Pelatih Jose Mourinho mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah pemain Real Madrid pada masa kepelatihannya pertama kali, 2010–2013, dengan menyebut mereka “manja”—terutama sang kapten, Iker Casillas. Dalam sebuah dokumenter Netflix, Mourinho mengungkapkan bahwa Casillas, yang saat itu menjadi tulang punggung tim, sering meminta keringanan: mulai dari libur tambahan setelah tugas internasional, penundaan latihan akibat kemacetan Madrid, hingga permintaan untuk tidak menginap di hotel sebelum laga dan langsung berkumpul di stadion. “Dalam waktu singkat, saya menyadari bahwa mereka itu manja,” tegas Mourinho.

Selama tiga musim di Santiago Bernabéu, Mourinho membawa Real Madrid meraih tiga trofi: Copa del Rey 2010–2011, La Liga 2011–2012, dan Piala Super Spanyol 2012. Tim asuhannya juga mencatatkan tiga penampilan beruntun di semifinal Liga Champions—meski selalu gagal melangkah ke final. Meski sukses secara statistik, hubungan Mourinho dengan sebagian pemain dinilai tegang, terutama karena gaya disiplin ekstrem yang ia terapkan.

Kini, dalam masa kepelatihan keduanya di Real Madrid, Mourinho kembali menegakkan aturan ketat untuk membangun kembali kedisiplinan tim. Empat kebijakan baru diterapkan: semua pemain wajib sarapan dan makan siang bersama di kompleks latihan Valdebebas dengan menu yang ditentukan nutrisionis klub; hadir satu jam sebelum sesi latihan dimulai, dengan denda bagi yang terlambat; dan pemain yang cedera wajib menjalani rehabilitasi di fasilitas klub, dilarang keras mencari perawatan di luar. Aturan ini sengaja dirancang untuk menghindari sikap egois yang pernah ia alami di era sebelumnya.

Mourinho, yang pernah membawa Real Madrid ke puncak Eropa pada 2012, kembali dipercaya memimpin Los Blancos dengan misi yang jelas: mengembalikan mental juara yang pernah goyah. Dengan fokus pada struktur, kedisiplinan, dan tanggung jawab, ia berusaha mengubah budaya tim—bukan hanya dari segi taktik, tapi dari dalam hati para pemainnya.

Previous articleThailand dan Vietnam Berpeluang Bertemu Final Piala AFF 2026 Usai Indonesia Gagal Lolos
Next articlePersija Buka Musim 2026/2027 Lawan Borneo FC, Target Juara Demi Jakarta 500 Tahun