Sumbawanews.com,- Pemain muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mencetak hattrick dalam kemenangan 5-1 atas Kamboja pada laga lanjutan Piala AFF 2026, Senin malam, 27 Juli 2026, di Stadion Pakansari, Bogor. Gol-golnya membuat Baker menjadi pemain kelima dalam sejarah timnas yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di ajang Piala AFF, sekaligus yang pertama sejak 2008. Usia 19 tahun dan tinggi badan 196 sentimeter, Baker langsung menjadi sorotan setelah penampilan gemilangnya di hadapan puluhan ribu suporter. Pertandingan ini juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh di turnamen, dengan laga berikutnya melawan Timor Leste di Thailand pada 31 Juli mendatang.
Sebelum Baker, empat pemain lain pernah mencatatkan hattrick di Piala AFF. Budi Sudarsono menjadi yang pertama pada 2008, saat Indonesia menang 4-0 atas Kamboja di Grup A. Tiga golnya membawa Budi menjadi top skor turnamen bersama Teerasil Dangda dan Agu Casmir, meski timnas gagal melangkah ke final setelah dikalahkan Thailand di semifinal. Selain itu, Bambang Pamungkas pernah mencetak hattrick pada 2002 saat Indonesia menang 5-1 atas Laos. Di tahun yang sama, striker asal Indonesia Timur, Irfan Bachdim, juga mencatatkan tiga gol dalam kemenangan 6-0 atas Brunei. Pada 2004, striker senior, Boaz Solossa, menjadi yang keempat dengan hattrick saat Indonesia menang 5-0 atas Laos.
Kemenangan 5-1 atas Kamboja tak hanya memperkuat posisi Indonesia di grup, tetapi juga menjadi momentum besar bagi tim asuhan John Herdman yang tengah membangun generasi baru. Pelatih asal Kanada itu bahkan memantau laga dari tribun, meniru gaya Luis Enrique, demi fokus pada dinamika permainan tanpa gangguan. Pujian pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk Erick Thohir yang menyebut penampilan Baker sebagai “luar biasa” dan “mimpi yang menjadi kenyataan” bagi pemain muda berdarah Indonesia-Belanda itu.
Dengan pencapaian ini, Mitchell Baker tidak hanya menjadi bintang baru timnas, tetapi juga simbol harapan baru sepak bola Indonesia di kancah Asia Tenggara. Sementara itu, peringkat FIFA Indonesia berpotensi naik setelah kemenangan telak ini, mengingat poin dan selisih gol yang signifikan dalam ajang bergengsi tersebut.















