Sumbawanews.com,- Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berakhir dengan kemenangan Spanyol, namun insiden di luar lapangan menjadi sorotan. Kapten Argentina, Lionel Messi, sempat mendesak wasit Slavko Vincic untuk mengeluarkan kartu merah terhadap pemain Spanyol, Marc Cucurella, setelah menganggap Cucurella menutup mulut saat berbicara dengannya. Kejadian itu terjadi di akhir pertandingan, tepatnya pada 19 Juli 2026, di New York/New Jersey Stadium.
Menurut aturan baru FIFA yang diterapkan di Piala Dunia 2026, tindakan menutup mulut dianggap pelanggaran serius, terutama jika dikaitkan dengan ucapan bernada rasial atau provokatif. Namun, wasit tidak memberikan sanksi kepada Cucurella. Rekaman ulang menunjukkan bahwa gerakan tangan Cucurella hanya menyentuh bibir secara singkat, tanpa benar-benar menutup mulut. Hal ini berbeda dengan kasus sebelumnya di turnamen yang sama, di mana pemain Paraguay, Miguel Almiron, dan Ekuador, Piero Hincapie, langsung diusir karena dianggap menutup mulut secara jelas.
Konteks juga menjadi pertimbangan penting. Wasit tidak memberi kartu merah kepada Harry Kane saat pemain Inggris itu menyentuh mulut saat berbicara dengan wasit, karena dinilai tidak bernada agresif atau diskriminatif. Aturan ini sendiri diperkenalkan setelah insiden di liga Eropa, di mana Vinicius Jr. melaporkan bahwa lawannya, Gianluca Prestianni, menutup mulut sambil mengucapkan kata-kata rasial.
Meski Messi menuntut keadilan, keputusan wasit tetap dipertahankan. Spanyol akhirnya keluar sebagai juara, sementara Argentina harus menerima kekalahan dan tangisan Messi yang menjadi gambaran paling mengharukan dari final tersebut.















