Sumbawanews.com,- Bintang Persib Bandung, Beckham Putra, tak sungkan menyebut Lionel Messi sebagai “alien” dalam percakapan soal dominasi Argentina di Piala Dunia 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis, pemain berposisi winger itu meyakini bahwa La Albiceleste memiliki segala elemen untuk kembali meraih takhta tertinggi sepak bola dunia—dengan Messi sebagai ujung tombak yang tak tergantikan.
“Saya lihat Argentina sangat solid, terutama setelah laga awal melawan Aljazair. Messi bukan sekadar pemain terbaik dunia—dia seperti makhluk dari planet lain,” ujar Beckham, merujuk pada performa sang kapten yang tetap memukau meski memasuki usia 39 tahun. “Dia mengatur ritme, menciptakan peluang dari ketiadaan, dan menyelesaikannya dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak sepenuhnya manusia.”
Beckham, yang mengaku jatuh cinta pada Piala Dunia sejak edisi 2010 di Afrika Selatan, menilai kekuatan Argentina tak hanya berpusat pada Messi. Kombinasi antara pengalaman veteran seperti Emiliano Martínez dan Lautaro Martínez, dengan kecepatan dan kreativitas generasi muda seperti Enzo Fernández dan Julián Álvarez, membuat tim asuhan Lionel Scaloni menjadi ancaman serius bagi semua pesaing.
Meski demikian, ia tak menutup mata terhadap persaingan sengit yang akan terjadi. “Ini akan jadi Piala Dunia paling ketat dalam sejarah. Prancis punya Mbappé yang menggelegar, Spanyol punya Lamine Yamal yang sudah jadi legenda di usia 18 tahun, dan Brasil tak pernah absen dalam perburuan gelar. Tapi Argentina punya sesuatu yang tak bisa diukur—kemampuan untuk tetap menang meski dalam tekanan paling berat.”
Beckham juga menyoroti ketajaman mental tim Argentina yang terbukti di berbagai turnamen terakhir—dari Piala Dunia 2022 hingga Copa América 2024—yang menjadikan mereka tim paling konsisten dalam dekade ini. “Mereka tidak hanya punya bakat. Mereka punya jiwa. Dan itu yang membuat mereka berbeda.”
Prediksi Beckham bukan sekadar fanatisme. Ia melihat tren yang jelas: di era di mana kecepatan dan fisik sering mendominasi, Argentina tetap mempertahankan filosofi permainan yang mengutamakan kontrol, kecerdasan, dan keberanian. Di tengah semua kekuatan baru yang muncul, ia yakin—Messi, meski sudah di ujung karier, masih akan menjadi magnet yang menarik keajaiban.
“Jika Argentina menang, itu bukan kebetulan. Itu takdir. Dan Messi? Dia bukan pemain. Dia legenda yang masih hidup.”















