Sumbawanews.com,- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo belum pernah saling berhadapan di ajang Piala Dunia—namun peluang itu kini semakin nyata. Dengan Argentina yang sudah memastikan diri sebagai juara Grup J usai menghancurkan Austria 2-0 di Dallas, dan Portugal yang masih berjuang meraih tiket ke babak gugur, dunia sepak bola menantikan kemungkinan duel legendaris antara dua ikon generasi terbesar dalam sejarah bola.
Argentina, yang dipimpin Messi sebagai kapten dan ujung tombak, tampil dominan di fase grup. Kemenangan atas Austria bukan sekadar kemenangan teknis, tapi juga simbolik: tim Tango mengukuhkan posisinya sebagai salah satu favorit juara. Sementara itu, Portugal yang baru menahan imbang Kongo 1-1, masih harus mengandalkan hasil maksimal melawan Uzbekistan dan Kolombia untuk memastikan status juara Grup K. Jika berhasil, Seleção das Quinas akan berada di braket yang sama dengan Argentina, membuka pintu pertemuan di perempatfinal—tepatnya di Kansas City pada 11 Juli.
Namun, jika Portugal gagal menjadi juara grup dan hanya finis sebagai runner-up, maka jalur pertemuan keduanya berubah total. Dalam skenario ini, Argentina dan Portugal akan terpisah hingga babak final di New Jersey pada 19 Juli—atau bahkan bertemu lebih awal di babak perebutan tempat ketiga di Florida, jika keduanya kalah di semifinal. Kedua kemungkinan ini sama-sama memicu antusiasme global, karena ini akan menjadi pertemuan pertama mereka di level tim nasional di ajang Piala Dunia.
Sejauh ini, Messi dan Ronaldo baru pernah bertemu di laga persahabatan atau kompetisi antarklub, tetapi belum pernah saling berhadapan dalam pertandingan resmi bersama tim nasional. Keduanya telah mengukir sejarah masing-masing: Messi dengan gelar Piala Dunia 2022 dan rekor 11 gol di turnamen ini, Ronaldo yang baru saja menyamai rekor partisipasi enam Piala Dunia—menjadi satu-satunya pemain yang mencapai pencapaian tersebut.
Pertemuan mereka di Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal statistik atau gol. Ini adalah momen yang menggabungkan legenda, nostalgia, dan keajaiban olahraga. Bagi jutaan penggemar, ini adalah kesempatan terakhir untuk menyaksikan dua raksasa sekaligus di panggung tertinggi sepak bola dunia—sebelum salah satu dari mereka, atau bahkan keduanya, menutup babak karier internasionalnya.
Dengan jadwal pertandingan grup K yang masih berlangsung—Portugal menghadapi Kolombia pada 28 Juni—waktu semakin sempit. Tapi satu hal pasti: jika kedua tim lolos sebagai juara grup, dunia akan berhenti sejenak. Bukan hanya karena sepak bola, tapi karena sejarah sedang menunggu untuk ditulis ulang.















