Sumbawanews.com,- Sejumlah menteri dalam kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak pemerintah segera melanjutkan serangan militer ke Jalur Gaza, menolak penerapan fase kedua rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan kabinet pada Kamis (6/8/2026) malam, di mana empat menteri—Ze’ev Elkin, Bezalel Smotrich, Orit Strock, dan Avi Dichter—secara tegas menuntut penghentian proses politik dan kembali ke operasi militer. Mereka berargumen bahwa jika Israel tidak melancarkan serangan ofensif dalam dua pekan ke depan, berarti telah menerima secara implisit rencana perdamaian AS. Smotrich menekankan bahwa Hamas “tidak boleh tinggal” dan harus dihapus, sementara Elkin menegaskan bahwa penerbitan dokumen resmi rencana perdamaian harus dilawan dengan delegitimasi, bukan manuver diplomatik. Dokumen fase kedua rencana perdamaian Gaza, yang dirilis Dewan Perdamaian buatan Trump pada 31 Juli 2026, mencakup kerangka keamanan, administrasi, dan transisi politik untuk wilayah tersebut.















