Home Berita Olah Raga Manchester United Kalah 2-4 dari AC Milan, Lima Masalah Terbuka Menanti Premier...

Manchester United Kalah 2-4 dari AC Milan, Lima Masalah Terbuka Menanti Premier League 2026/2027

Sumbawanews.com,- Manchester United kalah 2-4 dari AC Milan dalam laga pramusim di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada 15 Agustus 2026. Hasil ini mengungkap sejumlah kelemahan krusial yang harus segera diperbaiki pelatih Michael Carrick menjelang dimulainya Premier League 2026/2027. Meski unggul dua kali, MU kehilangan kendali dalam 14 menit babak kedua, saat Milan mencetak tiga gol beruntun untuk membalikkan keadaan.

Bek kiri menjadi titik lemah paling mencolok. Luke Shaw kembali diturunkan, tetapi sering kerepotan menghadapi serangan lawan, terutama dari sisi sayap, dan menjadi sasaran empuk eksploitasi Milan. Kebutuhan akan penguatan di posisi ini semakin mendesak, dengan nama Lewis Hall menjadi target utama, sementara Myles Lewis-Skelly dan David Raum juga masuk dalam daftar pertimbangan. Tanpa perubahan signifikan, sisi kiri pertahanan berpotensi tetap menjadi celah mematikan di awal musim.

Kreativitas tim masih sangat bergantung pada Bruno Fernandes. Gelandang Portugal itu memberikan umpan yang membuahkan gol Harry Maguire, namun seluruh serangan MU terasa monoton ketika ia tidak mengendalikan ritme. Mason Mount dan Youri Tielemans diharapkan bisa memberi kontribusi lebih besar agar pola serangan tidak mudah dibaca lawan dan tidak terlalu tergantung pada satu pemain.

Performa Harry Maguire, meski disertai gol, justru memicu kekhawatiran. Ia beberapa kali kehilangan posisi dan terlibat langsung dalam proses terciptanya gol lawan. Dengan jadwal padat yang menanti, Carrick membutuhkan kedalaman di lini belakang. Maguire mungkin masih menjadi pilihan, tetapi penampilannya yang tidak konsisten menunjukkan bahwa pertahanan MU belum siap menghadapi tekanan tinggi Premier League.

Di lini depan, ketidakstabilan masih menjadi masalah. Matheus Cunha gagal memberi dampak signifikan, sementara Benjamin Sesko absen karena cedera. Bryan Mbeumo menunjukkan potensi, tetapi ketajaman di depan gawang tetap menjadi pertanyaan besar. Satu-satunya cahaya datang dari Marcus Rashford, yang masuk sebagai pemain pengganti dan menciptakan beberapa momen menjanjikan. Mempertahankan Rashford dinilai krusial—karena saat dalam kondisi terbaik, ia tetap salah satu ancaman paling berbahaya bagi pertahanan lawan, sekaligus bisa mengurangi ketergantungan tim terhadap satu pemain untuk mencetak gol.

Previous articleZion Suzuki Batal Gabung PSG, Tiga Permintaan Jadi Penghalang
Next articlePersija Jakarta Pindah TC ke Bangkok, Fokus pada Taktik Jelang Liga 1 2026/2027