Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meninggalkan ibu kota Kuala Lumpur pada Selasa (16/6/2026) menuju Kazan, Rusia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) peringatan 35 tahun hubungan strategis antara Rusia dan ASEAN. KTT yang berlangsung dari 17 hingga 19 Juni itu menjadi momen krusial bagi penguatan kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Dalam pernyataan sebelum keberangkatan, Anwar menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi peluang strategis untuk memperdalam kemitraan Malaysia dengan Rusia. Ia akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, membahas isu-isu kunci seperti energi, perdagangan, dan kerja sama teknologi. Selain itu, Anwar juga dijadwalkan menghadiri Forum Bisnis Rusia-ASEAN pada Rabu (17/6), yang diharapkan dapat memicu peningkatan investasi dan peluang bisnis bagi sektor swasta kedua belah pihak.
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Kazan, PM Anwar akan melanjutkan perjalanan ke Ashgabat, Turkmenistan, dalam kunjungan resmi atas undangan Presiden Serdar Berdimuhamedow. Kunjungan ini menandai perluasan diplomasi ekonomi Malaysia ke kawasan Asia Tengah, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama multilateral di luar lingkaran tradisional Asia Tenggara.
KTT Rusia-ASEAN tahun ini menjadi yang pertama sejak perubahan signifikan dalam arah kebijakan luar negeri sejumlah negara anggota, termasuk Malaysia yang terus menyeimbangkan hubungan dengan kekuatan global. Dengan fokus pada diversifikasi mitra strategis, Anwar menegaskan bahwa keterlibatan aktif Malaysia dalam forum ini mencerminkan komitmen negaranya untuk menjadi aktor yang dinamis, bukan hanya penonton, dalam tatanan internasional yang sedang berubah.















