Home Berita Olah Raga Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir Setelah 7 Tahun Hibernasi

Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir Setelah 7 Tahun Hibernasi

Sumbawanews.com,- Setelah tujuh tahun vakum, kompetisi sepak bola putri Indonesia resmi kembali bergulir pada 17 Oktober 2026 dengan nama Indonesia Women’s League (IWL). Enam klub dari Jabodetabek—Persija, Persita, Dewa United, Garudayaksa, Persikad, dan Bekasi FC—akan menjadi peserta pertama dalam liga yang diproyeksikan sebagai fondasi jangka panjang sepak bola putri nasional. Komisaris IWL Vivin Cahyani Sungkono mengumumkan reinkarnasi ini dalam konferensi pers di Jakarta pada 11 Agustus, menandai titik balik setelah liga terakhir digelar pada 2019.

Format kompetisi menggunakan sistem triple round-robin, di mana setiap tim bertemu tiga kali, sehingga masing-masing menjalani 15 laga sebelum empat besar melaju ke semifinal dan final. Untuk meningkatkan kualitas, IWL menetapkan kuota maksimal empat pemain asing, termasuk naturalisasi, dengan Isabelle Nottet dan Estella Loupatty ditunjuk sebagai marquee players. Setiap klub wajib menyertakan minimal satu pemain Timnas Putri Indonesia, sementara 250 pemain yang terdaftar akan diklasifikasikan ke dalam kategori Grade A dan Grade B untuk distribusi keseimbangan kekuatan.

Penyelenggara menargetkan aksesibilitas tinggi dengan kemungkinan tiket gratis atau harga sangat terjangkau, jauh di bawah tarif Liga 1 pria. Dana subsidi juga disiapkan untuk mendukung klub yang belum memiliki basis komersial kuat. Meski baru melibatkan enam tim dari wilayah Jabodetabek, IWL membuka pintu bagi klub dari daerah lain untuk bergabung di masa mendatang, menghindari kesalahan masa lalu yang terlalu memaksakan skala nasional tanpa fondasi solid.

CEO IWL Teddy Tjahjono menyatakan ambisi jangka panjang: juara IWL kelak bisa mewakili Indonesia di ajang AFC Women’s Club Championship, mengikuti jejak negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Kamboja yang sudah lebih dulu berkompetisi di level Asia. Namun, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim perdana yang berakhir pada Januari 2027 sebagai pijakan sebelum ekspansi regional.

Dengan sistem grading pemain, kewajiban pemain timnas, dan pendekatan bertahap, IWL 2026/2027 berbeda dari edisi sebelumnya. Keberhasilannya bukan hanya soal pertandingan, tapi soal konsistensi membangun ekosistem yang berkelanjutan—dan inilah ujian terbesar bagi PSSI dan penyelenggara: mampukah mereka menjaga komitmen ini hingga peluit panjang berbunyi?

Previous articleDouglas Luiz Dapat Kepercayaan Baru dari Spalletti di Juventus
Next articleManchester United Incar Bek Kiri Club Brugge Joaquin Seys untuk Bursa 2026