Sumbawanews.com,- Hansi Flick berencana mengubah peran Lamine Yamal menjadi gelandang serang (No. 10) musim 2026/27, memindahkan pemain berusia 19 tahun itu dari posisi winger kanan ke pusat lapangan. Perubahan strategis ini bertujuan memaksimalkan kecerdasan taktis dan kemampuan satu lawan satu sang pemain, yang sejak usia 16 tahun telah menjadi tulang punggung lini depan Barcelona. Dalam sesi latihan, staf kepelatihan telah menguji Yamal di berbagai posisi sentral, termasuk sebagai false nine, untuk memberi tim opsi serangan yang lebih dinamis dan sulit dibaca lawan.
Flick percaya bahwa dengan bermain di tengah, Yamal bisa lebih bebas mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan, meningkatkan keterlibatannya dalam kombinasi serangan dan akses ke kotak penalti. Kehadiran Anthony Gordon dan Karim Adeyemi di sisi sayap memungkinkan Yamal untuk meninggalkan posisi kanannya tanpa mengurangi lebar serangan, sementara Dani Olmo dan Fermin Lopez siap mengisi peran No. 10 jika diperlukan. Pola ini memungkinkan Yamal memulai laga sebagai winger, lalu bergerak masuk ke tengah saat menguasai bola, dengan Eric Garcia atau Xavi Espart menggantikan posisinya di sayap.
Perubahan ini bukan sekadar pergeseran posisi, tapi tahap baru dalam perkembangan Yamal sebagai pemain kelas dunia. Dengan kemampuannya menarik perhatian bek lawan di sisi lapangan, perpindahannya ke tengah bisa menciptakan kekacauan defensif dan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Meski perbandingan dengan Lionel Messi di usia muda dianggap terlalu dini, Flick melihat potensi Yamal untuk menemukan ruang serupa—dengan cara yang unik dan sesuai karakteristiknya. Dengan fleksibilitas taktis ini, Barcelona berharap Yamal bisa berkembang menjadi ancaman yang lebih kompleks dan sulit dihentikan, bukan hanya sebagai pencetak gol, tapi sebagai otak serangan masa depan.















