Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi Argentina, namun kiper Cape Verde, Vozinha, menjadi sosok yang membuat tim juara bertahan kerepotan sepanjang laga. Dengan delapan penyelamatan spektakuler, Vozinha—yang berusia 40 tahun—menjadi pemain dengan nilai tertinggi di timnya dan hampir membawa negara kepulauan itu meraih keajaiban di panggung dunia. Meski akhirnya tersingkir, Vozinha menegaskan bahwa timnya bermain seimbang dan memiliki peluang nyata untuk menang, bahkan setelah mencetak dua gol balasan di waktu normal dan tambahan waktu.
Dalam wawancara eksklusif dengan CazeTV, Vozinha menyatakan kebanggaan atas perjuangan timnya. “Kami bermain seimbang dan punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Kami harus sangat puas dan bangga,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan satu tim, staf pelatih, federasi, dan para pendukung yang telah datang jauh-jauh untuk mendukung Cape Verde. “Tentu kami sedih karena tidak ingin berhenti di sini, tapi saya bersyukur atas semua yang telah kami capai.”
Vozinha tak hanya menatap ke masa lalu, tapi juga ke depan. Ia yakin bahwa pemain-pemain muda Cape Verde memiliki potensi untuk bersaing di liga-liga top Eropa. “Kami punya tim fantastis dengan pemain berkualitas. Siapa tahu, kita akan melihat anak-anak ini bermain di klub-klub terbesar di dunia,” katanya. Pernyataan itu menjadi simbol semangat tim kecil yang tak gentar menghadapi raksasa, dan membuktikan bahwa sepak bola tetap bisa menulis kisah tak terduga—bahkan ketika skor berpihak pada yang diunggulkan.















