Home Berita Olah Raga Kecelakaan VAR Hancurkan Harapan Jerman, Klopp: Kalau Begini, Arsenal Tak Layak Jadi...

Kecelakaan VAR Hancurkan Harapan Jerman, Klopp: Kalau Begini, Arsenal Tak Layak Jadi Juara

Sumbawanews.com,- Timnas Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 dalam kecamuk kontroversi setelah gol Jonathan Tah di babak tambahan dianulir VAR, berakhir dengan kekalahan 3-4 lewat adu penalti dari Paraguay. Keputusan itu memicu amarah luas, termasuk dari Juergen Klopp, yang langsung menyindir: jika keputusan seperti ini dianggap sah, maka gelar juara pun bisa diragukan.

Dalam laga 32 besar di Stadion Jalisco, Guadalajara, Jerman sempat merasa sudah mengamankan kemenangan pada menit ke-107. Dari sepak pojok, Tah menyundul bola masuk ke gawang Paraguay, dan seluruh pemain serta pelatih Der Panzer langsung merayakan. Namun, wasit utama langsung diminta meninjau ulang oleh VAR, yang menyatakan bahwa Waldemar Anton melakukan pelanggaran terhadap kiper Orlando Gill sebelum bola disundul. Meski kontak itu samar dan tidak mengganggu gerak kiper secara signifikan, keputusan tetap ditegakkan — gol dibatalkan.

Kegagalan Jerman untuk mengejar lagi gol penyeimbang memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Di sana, kesalahan penalti oleh Niklas Süle dan Kevin Volland memperdalam luka, sementara Paraguay menuntaskan empat penalti tanpa gagal. Hasil akhir 4-3 bagi tim Amerika Latin membuat Jerman gagal melangkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2018.

Kritik terhadap keputusan VAR tak hanya datang dari fans, tapi juga dari figur-figur besar sepak bola. Juergen Klopp, yang kini menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman sejak 2025, secara terbuka menyuarakan ketidakadilan itu. “Jika gol seperti itu bisa dihapus karena pelanggaran yang nyaris tak terlihat dan tidak mengubah alur permainan, maka kita seharusnya tidak lagi menganggap kompetisi ini adil,” ujar Klopp dalam konferensi pers pasca-laga. “Kalau begitu, Arsenal yang juara Liga Inggris musim lalu juga bukan juara sejati.”

Komentar Klopp itu langsung menjadi viral di media sosial, mengingat Arsenal baru saja meraih gelar Premier League 2025/2026 setelah menang atas Manchester City dengan selisih satu poin, setelah beberapa keputusan kontroversial VAR juga memengaruhi hasil laga krusial mereka. Dengan pernyataannya, Klopp bukan hanya membela timnas Jerman, tapi juga menyerang sistem VAR yang dianggapnya semakin menghancurkan esensi permainan.

Thomas Müller, kapten legendaris Jerman dan salah satu saksi sejarah kejayaan timnas di era 2014, juga mengatakan bahwa keputusan itu “menghancurkan kepercayaan pada permainan.” “Kami bermain dengan hati, dengan semangat. Tapi hari ini, sepak bola kehilangan jiwa,” katanya dalam wawancara eksklusif setelah laga.

Paraguay sendiri merayakan kemenangan itu dengan deklarasi libur nasional, sebuah langkah simbolis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola negara itu. Rakyat memadati jalan-jalan utama di Asunción, menyanyikan lagu kebangsaan sambil membawa spanduk bertuliskan “Kemenangan Dibela oleh Keberanian, Bukan Teknologi.”

Pernyataan Klopp menjadi semakin menohok mengingat ia pernah menjadi pendukung keras VAR saat masih melatih Liverpool. Kini, ia mengatakan bahwa sistem itu telah berubah dari alat bantu menjadi penentu takdir. “Kita tidak lagi menonton sepak bola. Kita menonton ulasan video,” keluhnya.

Kontroversi ini kini menjadi bahan diskusi mendalam di FIFA. Banyak pelatih dan mantan pemain meminta revisi pedoman VAR, terutama dalam kasus pelanggaran di luar kotak penalti atau yang tidak secara langsung mengganggu peluang gol. Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari badan tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Jerman pulang dengan duka, tapi juga dengan pertanyaan besar: apakah sepak bola masih bisa dipercaya, jika keputusan sekecil itu bisa mengubah sejarah?

Previous articleBelanda Tersingkir, Koeman Bertahan dengan Taktik Bertahan
Next articleKebakaran Kembali Melanda TPA Jatiwaringin, Tangerang