Sumbawanews.com,- KRL Commuter Line kembali beroperasi normal pada Jumat (5/6/2026) pagi, setelah kebakaran di permukiman warga sekitar jalur rel antara Stasiun Tanah Abang dan Duri berhasil dipadamkan. Gangguan yang sempat menyebabkan keterlambatan perjalanan dan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun, kini telah berlalu.
Dalam pernyataan resmi, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengonfirmasi bahwa proses pemadaman api selesai dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran bersama aparat setempat. “Perjalanan Commuter Line di lokasi tersebut sudah dapat kembali dilalui,” demikian bunyi keterangan KCI, yang menambahkan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang.
Sebelumnya, sejumlah penumpang melaporkan penundaan perjalanan sejak pukul 06.00 WIB. Lenyovia Witandari (25), seorang penumpang di Stasiun Tambun, mengatakan kereta dari Kampung Bandan via Manggarai sempat terhenti tanpa kepastian waktu keberangkatan. “Informasi yang disampaikan masinis, KRL masih tertahan di Bekasi dan Cakung,” ujarnya. Ia pun terpaksa menyesuaikan jadwal kerja, meski akhirnya tiba tepat waktu di kantor di Jakarta Barat.
Sementara itu, Nur (32), penumpang lain yang berangkat dari Bekasi menuju Jakarta Selatan, terpaksa mengajukan izin terlambat ke kantor. “Saya baru bisa berangkat setelah mendengar kabar jalur sudah dibuka. Padahal jam masuk saya jam 07.00,” katanya.
Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk itu tidak merusak infrastruktur rel atau peralatan kereta, namun memicu kekhawatiran akan keamanan jalur operasional KRL yang melintasi permukiman. Petugas KCI bersama pihak keamanan terus memantau kondisi sekitar jalur untuk mencegah insiden serupa.
Meski layanan telah pulih, KCI mengimbau penumpang tetap waspada dan memperhatikan pengumuman di stasiun, karena proses penguraian kepadatan penumpang masih berlangsung. Sejumlah rangkaian KRL juga dikerahkan untuk menangani antrean panjang di stasiun-stasiun padat seperti Tanah Abang, Gondangdia, dan Jatinegara.
Insiden ini menjadi pengingat kembali akan kerentanan sistem transportasi publik yang berjalan di tengah permukiman padat. Pemerintah daerah dan KCI disebut tengah mengevaluasi rencana penataan kawasan sekitar rel untuk meminimalkan risiko kebakaran yang mengancam kelancaran operasional.

















