Sumbawanews.com,- FIFA memutuskan menangguhkan hukuman larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, sebuah keputusan yang memicu kemarahan luas dari tim Belgia dan pelatih internasional. Balogun sebelumnya menerima kartu merah pada menit ke-64 saat AS mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar, setelah wasit Raphael Claus mengubah keputusannya berdasarkan tinjauan VAR terkait tekel terhadap Tarik Muharemovic. Menurut aturan baku, kartu merah otomatis mengakibatkan skorsing satu pertandingan, namun FIFA mengumumkan penangguhan hukuman melalui Pasal 27 Kode Disiplin, memberikan Balogun masa percobaan satu tahun—dengan ancaman hukuman akan berlaku jika ia kembali melanggar serupa.
Keputusan ini memicu protes tajam dari Federasi Sepak Bola Belgia, yang menyatakan keputusan FIFA bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin dan Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia 2026 yang jelas menyatakan hukuman otomatis setelah kartu merah. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyindir keputusan itu dengan mengatakan, “Saya tidak tahu kalau 5 Juli ternyata adalah 1 April—Hari April Mop.” Kiper Thibaut Courtois mengakui keputusan itu datang mendadak, tetapi menegaskan timnya siap menghadapi AS dengan 11 pemain. Kritik serupa datang dari pelatih Norwegia, Stale Solbakken, yang menyebut keputusan itu “kesalahan besar” dan berpotensi merusak integritas turnamen, terutama jika AS menang dan hasilnya selalu dipertanyakan.
Di sisi lain, pelatih AS, Mauricio Pochettino, menyambut baik keputusan FIFA, menilai timnya sudah cukup dihukum dengan bermain 10 orang selama 35 menit setelah kartu merah itu. Ia menekankan bahwa pandangannya bukan hanya karena menjadi pelatih AS, tetapi berdasarkan prinsip keadilan: “Saya yakin 99,9 persen orang akan sepakat bahwa kartu merah itu tidak adil.” Pochettino menegaskan tidak terlibat dalam proses permohonan pencabutan hukuman, yang sepenuhnya dikelola Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer). Ia juga memuji sikap tenang Balogun yang tetap menyalami wasit setelah dikeluarkan, menyebutnya sebagai contoh etika di lapangan.
Laporan media menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino setelah pertandingan, meminta peninjauan ulang keputusan wasit. Trump kemudian memuji keputusan FIFA di media sosial: “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan sebuah ketidakadilan besar!” Namun, Pochettino menolak mengaitkan keputusan itu dengan intervensi politik, menegaskan: “Kita tidak boleh mencampuradukkan hal itu. Itu adalah keputusan FIFA.”
Dengan Balogun tetap tampil, pertandingan AS melawan Belgia kini menjadi sorotan global, bukan hanya karena jalannya laga, tetapi karena pertanyaan besar yang menggantung: apakah aturan sepak bola masih konsisten, atau bisa diubah oleh tekanan di luar lapangan?















