Sumbawanews.com,- Sebanyak 232 warga mengungsi akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kebakaran yang bermula sejak Selasa, 30 Juni 2026, memicu kabut asap tebal sehingga warga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak kesehatan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, para pengungsi terdiri dari 60 anak-anak, 26 balita, 137 dewasa, 7 lansia, 1 ibu hamil, dan 1 penyandang disabilitas. Pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik berupa kasur dan menempatkan tim kesehatan siaga 24 jam.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan luas area yang terbakar mencapai 15 hektar, dengan 40 persen sudah dipadamkan dan dalam tahap pendinginan. Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara, sementara 60 persen wilayah lainnya masih dalam pemantauan meski sudah terkendali. Kementerian Lingkungan Hidup menduga kebakaran dipicu cuaca panas yang menyebabkan titik api muncul di timbunan sampah, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyatakan pemerintah pusat telah turun tangan menangani dampak kebakaran terhadap masyarakat terdampak.















