Sumbawanews.com,- Kebakaran hutan dahsyat di Spanyol dan Prancis memaksa lebih dari 250.000 orang mengungsi akibat gelombang panas ekstrem yang melanda kedua negara pada akhir Juli 2026. Di Spanyol, sekitar 70.000 warga dievakuasi, sementara 197.000 orang di Prancis, termasuk puluhan ribu dari kawasan Bordeaux, terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pemerintah Spanyol menetapkan status darurat nasional—langkah pertama dalam sejarahnya akibat kebakaran hutan—sedangkan Prancis menyebut evakuasi ini sebagai yang terbesar sepanjang masa damai.
Api yang tak terkendali dipicu oleh cuaca kering berkepanjangan dan angin kencang, dengan dua titik api di Spanyol bergabung menjadi satu pada Jumat (23 Juli). Di Prancis, kebakaran di Gironde mencapai skala belum pernah terjadi, bahkan menciptakan embusan angin sendiri. Pemerintah Prancis mengerahkan 1.500 tentara, 18 pesawat pemadam, dan satu pesawat militer Airbus A400M Atlas, serta mendistribusikan 1,5 juta masker wajah untuk melindungi warga dari asap tebal. Petugas membangun parit pembatas dan menyemprotkan bahan penghambat api, sementara sebagian warga terpaksa melarikan diri menggunakan perahu saat api mendekati kawasan pesisir.
Di Spanyol, 130.000 hektare hutan hangus—angka tertinggi sepanjang tahun ini dan 33% di atas rata-rata tahunan. Di Prancis, lebih dari 98.000 hektare lahan terbakar, yang disebut menteri dalam negeri sebagai rekor sejarah. Seorang pria tewas di Manises, Valencia, setelah mobilnya terperangkap di jurang. Pemerintah Spanyol meminta warga Madrid menghindari aktivitas luar ruangan dan mengenakan masker akibat kualitas udara yang membahayakan. Para pejabat di kedua negara mengakui bahwa kebakaran yang tiba-tiba dan intens membuat respons awal menjadi sulit.















