Home Berita Nasional Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Nakhoda dan Turis Rusia Berenang Empat Jam

Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Nakhoda dan Turis Rusia Berenang Empat Jam

Sumbawanews.com,- Sebuah kapal penangkap ikan bernama Berkah Kembar tenggelam di perairan Pulau Seraya, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu sore (6/6). Dalam insiden itu, dua orang selamat setelah berenang selama empat jam menempuh jarak puluhan kilometer menuju daratan—nakhoda kapal Rinaldi dan seorang wisatawan asal Rusia, Akob Gurgenovich Ter-Saakian.

Keduanya tidak berada di kapal saat kejadian. Dengan keberanian luar biasa, mereka memanfaatkan jeriken kosong sebagai pelampung, mengayuh tubuh mereka melalui ombak laut yang ganas, hingga akhirnya mencapai pantai dalam kondisi selamat. Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi beberapa jam kemudian hanya menemukan sisa-sisa kapal yang hancur, tanpa jejak kru lainnya.

“Mereka berdua benar-benar jago berenang. Berenang selama empat jam di laut terbuka, tanpa bantuan alat selamat selain jeriken, itu luar biasa,” kata Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, Minggu (7/6).

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, membenarkan identitas korban yang selamat. “Wisatawan asal Rusia itu sedang melakukan tur pribadi di kawasan itu. Tidak ada laporan kecelakaan sebelumnya, jadi penyebab tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Kapal yang berangkat dari Ketentang, Labuan Bajo, menuju Pulau Seraya Kecil, diduga mengalami kerusakan teknis atau kelebihan muatan, meski belum ada konfirmasi resmi. Sebanyak 14 orang lainnya yang berada di kapal hingga kini masih dinyatakan hilang, dan operasi pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, Polairud, dan masyarakat setempat.

Insiden ini kembali mengingatkan akan kerentanan transportasi laut di wilayah wisata strategis seperti Labuan Bajo, yang sering menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Baru beberapa minggu lalu, jembatan Cunca Wulang di kawasan yang sama ambruk dan menewaskan dua turis Austria—memicu kritik terhadap infrastruktur dan pengawasan keselamatan di destinasi yang terus berkembang pesat.

Kini, Akob dan Rinaldi telah kembali ke daratan dan dalam keadaan sehat, meski mengalami kelelahan ekstrem dan luka ringan akibat terpaan garam dan angin laut. Mereka menjadi saksi hidup dari kegigihan manusia menghadapi bencana alam—dan sekaligus pengingat bahwa di tengah keindahan alam NTT, bahaya bisa datang tanpa peringatan.

Previous articleGempa Dahsyat Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Next articleGempa M 7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Indonesia
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.