Sumbawanews.com,- Legenda AC Milan Franco Baresi meninggal dunia pada Jumat, 31 Juli 2026, meninggalkan duka mendalam di dunia sepakbola. Carlo Ancelotti, rekan satu tim sekaligus mantan kapten di bawah kepemimpinan Baresi, mengungkapkan rasa kehilangan lewat pesan pribadi: “Kamu selamanya kaptenku. Beristirahatlah dengan tenang.” Baresi, yang sempat menjalani operasi nodul paru pada 2025, tutup usia setelah berjuang selama satu tahun. AC Milan pun menyatakan duka cita, menegaskan bahwa integritas dan kepemimpinannya akan selamanya terukir dalam DNA klub, sebagaimana nomor punggung 6 yang ikonik.
Ancelotti dan Baresi pernah berduet di lini tengah dan pertahanan AC Milan antara 1987 hingga 1992, di bawah asuhan Arrigo Sacchi dan Fabio Capello. Bersama Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Paolo Maldini, mereka membangun salah satu tim terhebat dalam sejarah sepakbola, meraih dua gelar Liga Champions berturut-turut pada 1989 dan 1990, serta sejumlah trofi domestik dan internasional. Keduanya juga pernah membela Timnas Italia bersama di Piala Dunia 1990 di tanah air. Setelah pensiun, Baresi tetap menjadi simbol keanggunan bertahan dan kepemimpinan tanpa suara, sementara Ancelotti melanjutkan karier sebagai pelatih legendaris di level tertinggi.
Penghormatan tak hanya datang dari rekan sepemain. Legenda Brasil Zico pun menyebut hari itu sebagai “hari yang menyedihkan dalam sepakbola.” Nama Baresi tak hanya diingat sebagai bek brilian, tapi sebagai sosok yang menginspirasi generasi demi generasi—dengan ketenangan, kecerdasan taktis, dan keberanian tanpa kompromi. Di tengah duka, pesan Ancelotti menjadi simbol abadi: di atas lapangan, Baresi memimpin; di luar lapangan, ia tetap menjadi kapten yang tak pernah digantikan.















