Sumbawanews.com,- Juventus menjamu AC Milan pada pekan ketiga Liga Italia 2026/2027, Senin (7/9/2026) pukul 01.45 WIB di Allianz Stadium, dalam laga yang menentukan kelangsungan rekor sempurna kedua tim. Keduanya sama-sama mengumpulkan enam poin dari dua laga awal, menjadikan pertemuan ini sebagai ujian berat untuk mempertahankan posisi teratas klasemen. Meski Juventus unggul dalam catatan head-to-head terbaru, sejarah pertemuan terakhir justru didominasi hasil imbang, memprediksi laga sengit dengan minim gol.
Dalam lima pertemuan terakhir, tiga di antaranya berakhir imbang: 0-0 di San Siro pada April 2026, 0-0 di Turin pada Oktober 2025, dan 0-0 di San Siro pada November 2024. Hanya dua laga yang membuahkan gol—Juventus menang 2-0 pada Januari 2025, sementara Milan membalas dengan kemenangan 2-1 pada Januari 2025. Pola ini menunjukkan bahwa duel antara dua raksasa Italia ini sering berlangsung ketat, dengan pertahanan yang solid dan sedikit peluang jelas.
Juventus datang dengan performa mengesankan di lima laga terakhir: menang 2-0 atas Parma, Frosinone, dan Palermo, serta menang 1-0 atas Chelsea dalam laga persahabatan. Namun, kekalahan 1-2 dari Inter Milan pada 8 Agustus menjadi satu-satunya kegagalan dalam rentang tersebut. Sementara itu, AC Milan juga menunjukkan konsistensi dengan tiga kemenangan beruntun—2-0 atas Venezia, 2-1 atas Torino, dan 4-2 atas Manchester United—meski sempat tersandung 0-3 dari Chelsea pada 8 Agustus dan bermain imbang 1-1 melawan Inter Milan.
Susunan pemain yang diantisipasi menunjukkan komposisi berkelas: Juventus mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Kolo Muani sebagai ujung tombak, didukung Conceicao, Gonzalez, dan Boga di lini tengah. Sementara AC Milan tampil dengan sistem 3-4-2-1, mengandalkan Rabiot dan Cisse di belakang striker Ramos, dengan Modric dan Musah mengatur tempo di tengah.
Pertandingan ini bisa disaksikan secara langsung melalui platform Vidio. Dengan catatan historis yang cenderung imbang dan performa kedua tim yang seimbang, prediksi laga ini adalah duel defensif yang menegangkan—bukan hanya soal poin, tapi juga psikologi tim yang siap bertarung untuk menguasai jalannya pertandingan.















