Sumbawanews.com,- PSSI mengambil sikap tegas menyusul serangan siber yang menargetkan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta istri dan putrinya pada Minggu, 9 Agustus 2026. Federasi meminta masyarakat tidak melewati batas dalam menyampaikan kritik, setelah ujaran kebencian dan ancaman muncul di media sosial, khususnya Instagram, yang tidak hanya menyasar pemain, tetapi juga keluarganya.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan pribadi yang melampaui batas kritik olahraga. Ia menegaskan, Justin Hubner adalah pemain yang tampil dengan semangat tinggi dan determinasi luar biasa saat mengenakan seragam Garuda. “Justin ini, Indonesia banget bagi saya,” ujar Yunus dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Menurutnya, kritik terhadap performa di lapangan adalah hal wajar, tetapi tidak boleh berubah menjadi hinaan atau ancaman terhadap istri dan anak pemain.
Yunus menekankan bahwa para pemain Timnas Indonesia telah mengorbankan banyak hal—termasuk fisik dan mental—untuk membela negara. Cedera, tekanan, dan beban harapan publik adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan mereka. “Sangat kita sayangkan masih ada masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully,” katanya. PSSI membuka ruang untuk kritik konstruktif, tetapi menegaskan bahwa kritik harus dialamatkan kepada federasi, bukan menyerang pribadi pemain atau pelatih.
Yunus memperingatkan bahwa tekanan berlebihan bisa berdampak serius: “Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, mereka bisa saja dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara.” PSSI saat ini masih memantau perkembangan serangan siber tersebut, termasuk kemungkinan langkah hukum. Sambil itu, federasi terus mengajak publik memberikan dukungan moral kepada skuad Garuda, karena dukungan itu, menurutnya, adalah kekuatan penting untuk menjaga semangat para pemain yang bertarung di kancah internasional.















