Sumbawanews.com,- John Herdman menjadi satu-satunya pelatih Timnas Indonesia yang tidak dipecat PSSI meski tim tersingkir di fase grup Piala AFF 2026. Keputusan ini memecah rekor panjang PSSI yang selama ini selalu mengganti pelatih setiap kali tim gagal lolos dari babak penyisihan. Dalam sejarah Piala AFF, Indonesia enam kali gagal melangkah ke semifinal, dan setiap kegagalan itu selalu diikuti pergantian pelatih.
Pada 2007, saat Peter White gagal membawa Indonesia melewati fase grup, PSSI langsung tidak memperpanjang kontraknya. Tiga tahun kemudian, pada 2012, Nil Maizar juga dipecat hanya beberapa hari setelah tim kembali gagal di babak penyisihan, di tengah kisruh dualisme kompetisi domestik. Di edisi 2014, Alfred Riedl — pelatih berpengalaman yang menangani tim meski dibatasi klub — tetap menjadi korban kegagalan tim, meski kondisi skuad jauh dari ideal. Pada 2018, Bima Sakti yang menggantikan Luis Milla tak mampu memperbaiki performa tim, dan setelah performa buruk di lapangan, ia ditinggalkan PSSI dan tak pernah lagi dipanggil. Terakhir, Shin Tae Yong dipecat pada Januari 2025 setelah Timnas Indonesia gagal di fase grup Piala AFF 2024, meski skuad yang ditangani sebagian besar adalah pemain U-22 yang diproyeksikan untuk SEA Games 2025.
Berbeda dengan semua pelatih sebelumnya, Herdman tidak mengalami nasib serupa. Kegagalan di fase grup Piala AFF 2026 hanya berujung pada proses evaluasi menyeluruh, bukan pemecatan. Ketua Umum PSSI tetap memberikan kepercayaan kepada Herdman, menunjukkan keyakinan bahwa visi jangka panjangnya masih sejalan dengan arah pembangunan tim nasional.















