Home Berita Olah Raga John Herdman Guncang Asia Tenggara, Media Vietnam Cemas Lihat Strategi Timnas Indonesia

John Herdman Guncang Asia Tenggara, Media Vietnam Cemas Lihat Strategi Timnas Indonesia

Sumbawanews.com,- Media Vietnam memperlihatkan kekhawatiran serius terhadap langkah-langkah strategis pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjelang Piala AFF 2026. Dalam laporan terbaru, media tersebut menyoroti kebijakan Herdman yang menggabungkan pemain naturalisasi dan pemain berkarier di luar negeri—keputusan yang dianggap melanggar tradisi kompetisi ini dan berpotensi mengubah peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara.

Herdman, yang kini menangani Timnas Indonesia, telah mengumumkan daftar sementara 50 pemain untuk pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar. Dari daftar itu, 26 nama akan dipilih untuk skuad final Piala AFF 2026. Nama-nama seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, Ivar Jenner, Thom Haye, Marc Klok, Eliano Reijnders, Ragnar Oratmangoen, dan Jens Raven menjadi sorotan utama karena status naturalisasi mereka. Selain itu, Herdman juga tetap mempertahankan pemain yang bermain di klub luar negeri, termasuk Justin Hubner, Tim Geypens, Matthew Baker, dan Mitchell Baker—keputusan yang jarang terjadi dalam ajang non-FIFA ini.

Soha, media Vietnam yang menjadi sumber laporan, menilai pendekatan Herdman sebagai “dobrakan besar” yang menunjukkan keseriusan Indonesia memburu gelar Piala AFF untuk pertama kalinya. Kebijakan ini dianggap mengancam dominasi tradisional tim-tim seperti Vietnam, yang selama ini mengandalkan pemain lokal dan sistem yang lebih konservatif. Media tersebut juga menyoroti bahwa klub-klub Eropa tidak wajib melepas pemainnya untuk turnamen ini, sehingga keberhasilan Herdman mengumpulkan sejumlah talenta asing justru semakin memperkuat kesan bahwa Indonesia sedang membangun tim yang berbeda dari yang lain.

Meski menghadapi tantangan logistik dan komunikasi dengan klub-klub luar negeri, Herdman tetap fokus membangun identitas tim yang dinamis dan berbasis kualitas, bukan hanya kebangsaan. Respons Vietnam yang cemas menjadi indikator bahwa strategi baru ini tidak lagi dianggap sebagai percobaan, melainkan ancaman nyata bagi para pesaing utama di kawasan.

Previous articleBiaya Komponen iPhone 18 Pro Melonjak Tajam, Bocoran Desain Bertebaran di Dark Web
Next articleErling Haaland Tak Berkutik, Inggris Tumbangkan Norwegia 2-1 di Perempat Final Piala Dunia 2026