Home Berita Olah Raga Jerman Hadapi Paraguay, Buru Tiga Rekor Sejarah di Babak 32 Besar

Jerman Hadapi Paraguay, Buru Tiga Rekor Sejarah di Babak 32 Besar

Sumbawanews.com,- BOSTON — Jerman siap memulai langkahnya di fase gugur Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Paraguay di Stadion Boston, Selasa (30/6/2026) WIB. Sebagai juara Grup E, Der Panzer tampil sebagai unggulan jelas, dengan peluang menang dalam waktu normal mencapai 54,7 persen menurut prediksi Opta. Sementara Paraguay, yang lolos sebagai runner-up Grup F, hanya diprediksi memiliki peluang 23,1 persen untuk menang, dengan kemungkinan laga berlanjut ke perpanjangan waktu sebesar 22,3 persen.

Tim asuhan Julian Nagelsmann tampil impresif di fase grup, meraih kemenangan telak 7-1 atas Curacao, disusul kemenangan sempit 2-1 atas Pantai Gading, sebelum takluk 1-2 dari Ekuador di laga terakhir. Meski tidak sempurna, hasil itu cukup untuk mengakhiri tren buruk Jerman yang tersingkir di fase grup pada dua edisi terakhir Piala Dunia—2018 dan 2022. Kini, mereka kembali menyentuh babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak menjuarai turnamen pada 2014 lewat kemenangan 1-0 atas Argentina di final.

Salah satu kekuatan utama Jerman di turnamen ini adalah diversifikasi serangan. Dari 10 gol yang dicetak selama fase grup, tujuh pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor—menandai kebangkitan gaya bermain kolektif yang khas Die Mannschaft. Tidak ada satu bintang tunggal yang mendominasi, melainkan mesin tim yang berputar serasi.

Jika menang, Jerman akan mencatatkan tiga rekor sejarah sekaligus: pertama, menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak tujuh gol atau lebih dalam satu pertandingan grup di dua edisi berbeda (2026 dan 2014); kedua, menjadi negara Eropa pertama yang lolos ke babak 16 besar dalam empat turnamen berturut-turut sejak 2010; dan ketiga, mencatatkan rekor kemenangan terbanyak dalam babak 32 besar Piala Dunia sejak sistem gugur diperkenalkan pada 1986.

Paraguay, meski dianggap sebagai penghalang, tak akan menyerah. Tim La Albirroja mengandalkan disiplin taktis dan serangan balik mematikan yang pernah membuat mereka menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar di masa lalu, termasuk di Piala Dunia 2002 ketika mereka mengalahkan Jerman lewat gol tunggal di babak 16 besar—kenangan pahit yang masih menghantui para pemain Jerman saat ini.

Dengan semangat memperbaiki sejarah dan ambisi menorehkan rekor, Jerman datang bukan hanya untuk menang, tetapi untuk membuktikan bahwa kejayaan mereka belum sirna—hanya tertunda.

Previous articlePersija Jakarta Resmi Dapatkan Pelatih Kiper yang Pernah Bekerja dengan Shin Tae-yong di Timnas
Next articleBrasil vs Jepang Bertemu di 32 Besar Piala Dunia 2026