Sumbawanews.com,- Menjelang pembukaan Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya pada 19 September hingga 4 Oktober, pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan memberikan pengecualian bagi kontingen Korea Utara untuk memasuki wilayahnya, meski sanksi terkait program nuklir dan rudal Pyongyang masih berlaku. Kontingen yang diperkirakan berjumlah sekitar 180 orang, termasuk atlet dan staf, akan menjadi salah satu delegasi terbesar Korea Utara yang pernah mengikuti ajang olahraga di Jepang. Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, Jepang sebelumnya pernah mengizinkan atlet Korea Utara masuk untuk keperluan olahraga, seperti pada kualifikasi Olimpiade Paris 2024. Pada Olimpiade Tokyo 2021, Korea Utara memutuskan tidak mengirim tim dengan alasan pandemi COVID-19.
Korea Utara dikenal sebagai kekuatan di cabang angkat besi dan gulat, dengan sejumlah atletnya dianggap sebagai kandidat peraih medali emas di Asian Games 2026. Di sepak bola, tim putri Korea Utara semakin menunjukkan perkembangan setelah klub berbasis di Pyongyang menjuarai Liga Champions Asia pada Mei 2025. Selain atlet resmi dari Pyongyang, dua warga Korea yang tinggal di Jepang dan berstatus atlet juga diperkirakan akan bergabung dalam delegasi tersebut. Keputusan akhir izin masuk masih dalam proses penilaian pemerintah Jepang, yang harus menyeimbangkan kebijakan keamanan nasional dengan komitmen terhadap semangat olahraga internasional.















