Sumbawanews.com,- Jannik Sinner mempertahankan gelar juara tunggal putra Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Alexander Zverev dalam final yang berlangsung pada 12 Juli 2026 di Centre Court, London. Kemenangan 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 dalam durasi tiga jam 46 menit menjadikannya petenis kesepuluh dalam sejarah Era Terbuka yang mampu meraih gelar Grand Slam secara berturut-turut di Wimbledon. Prestasi ini juga membawa Sinner meraih trofi Grand Slam kelima dalam karier profesionalnya.
Petenis nomor satu dunia asal Italia itu menunjukkan ketahanan mental luar biasa di tengah tekanan pertandingan sengit. Ia menyelamatkan satu-satunya break point yang dihadapinya sepanjang laga, sambil mencatat 58 winner dan mempertahankan akurasi pukulan dari baseline yang membuat strategi agresif Zverev gagal berkembang. Sebelum finis, Sinner juga menaklukkan Novak Djokovic dengan skor telak 6-4, 6-4, 6-4 di semifinal, menegaskan dominasinya di lapangan rumput musim ini.
Dengan kemenangan ini, Sinner tetap kokoh di puncak peringkat ATP, memperlebar jarak 4.970 poin atas Zverev yang kini naik ke posisi kedua. Dalam wawancara usai pertandingan, Sinner mengungkapkan rasa syukur atas dukungan timnya dan menyebut kemenangan ini sebagai bentuk pembuktian kematangan mentalnya setelah kegagalan di Roland-Garros 2026. “Ini kembali menjadi final yang hebat, dan saya sangat senang bisa menampilkan permainan dengan level tinggi,” ujarnya.
Prestasi Sinner menempatkannya dalam kelompok elit petenis putra yang mampu mempertahankan gelar Wimbledon—sebuah pencapaian yang belum diraih sejak Novak Djokovic pada 2018. Ia menjadi petenis pertama sejak Roger Federer pada 2007 yang berhasil menjuarai Wimbledon dua kali berturut-turut tanpa kehilangan set di babak final.















