Sumbawanews.com,- Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki menegaskan bahwa petenis putri nomor satu nasional, Janice Tjen, tidak mengalami kemandekan karier, melainkan sedang melewati fase krusial adaptasi di level WTA Tour. Sejak pertengahan 2025 tampil di turnamen elit dan mulai rutin berkompetisi sejak 2026, Janice kerap tersingkir di babak pertama atau kedua pada turnamen WTA 500 hingga Grand Slam—tapi Yayuk melihat ini sebagai bagian alami dari proses pertumbuhan seorang petenis muda.
Dalam wawancara di Jakarta, Rabu, Yayuk menekankan bahwa yang perlu diperbaiki bukan teknik pukulan atau servis, melainkan konsistensi dan kematangan mental Janice dalam bertanding. “Ini semuanya bagian dari proses,” ujar Yayuk. Ia mencontohkan kekalahan Janice di US Open yang langsung berhadapan dengan Mirra Andreeva—situasi yang bisa saja dipengaruhi faktor keberuntungan, bukan ketidakmampuan.
Yayuk, yang pernah menempati peringkat 19 dunia, justru optimistis dengan potensi Janice. Ia menilai gaya bermain Janice lebih lengkap dibanding petenis Asia lainnya seperti Alexandra Eala, dengan kombinasi kecepatan, kontrol, dan ketahanan yang menjadi modal kuat di level internasional. Lebih dari itu, Yayuk mengapresiasi perjuangan Janice yang bertarung secara mandiri, termasuk dalam pembiayaan perjalanan dan pelatihan, tanpa dukungan besar dari federasi.
“Dengan dukungan kita semuanya, saya yakin itu akan menambah, mengembalikan confidence dia,” kata Yayuk. Menurutnya, aset teknis Janice sudah ada—yang kini dibutuhkan hanyalah stabilitas mental dan konsistensi di setiap laga. Ia mengajak seluruh penggemar tenis Indonesia terus mendukung putri Jakarta itu, karena keyakinan publik bisa menjadi angin segar bagi perjalanan seorang atlet yang berjuang sendiri di panggung dunia.















