Sumbawanews.com,- Garda Revolusi Iran menegaskan tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi seluruh tuntutan politik dan ekonomi yang diajukan, termasuk penghentian ancaman militer, pencabutan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat perang. Blokade terhadap jalur strategis perdagangan energi global ini telah berdampak signifikan pada pasar minyak dan menimbulkan tekanan politik bagi Presiden Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu November. Trump menyatakan tidak akan terburu-buru menanggapi tekanan dari Teheran, memilih pendekatan sabar dengan mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Pernyataan ini sejalan dengan kesepakatan Juni yang menjadi dasar perundingan damai, meskipun negosiasi langsung antara kedua negara masih terbatas melalui perantara. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz terus menurun tajam setelah serangan terhadap beberapa tanker, termasuk satu kapal yang dilaporkan terkena serangan oleh Uni Emirat Arab. Oman mengaku perundingan mengenai pengelolaan lalu lintas maritim di selat itu telah mendekati tahap akhir, sementara Iran menegaskan bahwa selat kini telah berubah menjadi “medan perang”, bukan sekadar jalur pelayaran netral.
Iran Tegaskan Tak Buka Selat Hormuz hingga AS Penuhi Semua Tuntutan
Baca Juga:















