Home Berita Internasional Iran dan AS Capai Kesepakatan Sejarah di Selat Hormuz

Iran dan AS Capai Kesepakatan Sejarah di Selat Hormuz

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengumumkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Washington telah final dan akan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026. Kesepakatan ini menandai titik balik strategis di kawasan Teluk Persia, dengan pencabutan blokade maritim oleh Amerika Serikat dan pembukaan penuh Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal komersial global.

Menurut Gharibabadi, langkah ini bukan semata hasil diplomasi, tetapi juga konsekuensi dari kekuatan militer Iran yang berhasil menahan serangan dan mempertahankan kedaulatan selama konflik berkepanjangan. “Musuh gagal mencapai tujuan jahatnya. Republik Islam meraih kemenangan besar,” tegasnya dalam pernyataan resmi di Teheran, Senin (15/6/2026).

Pencabutan blokade maritim, lanjutnya, akan mulai berlaku sejak Ahad malam waktu AS—sehari sebelum penandatanganan formal. Seluruh ketentuan MoU akan diumumkan secara utuh setelah prosesi di Jenewa, termasuk penjelasan mendalam oleh pejabat Iran melalui kanal publik sebelum acara inti berlangsung.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi kesepakatan ini melalui unggahan di platform Truth Social. “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang komplet,” tulisnya. “Saya telah mengotorisasi pembukaan Selat Hormuz tanpa hambatan, bersamaan dengan pencabutan segera blokade maritim AS.”

Kesepakatan ini dianggap sebagai perubahan geopolitik paling signifikan di Timur Tengah dalam beberapa dekade. Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi saluran vital bagi sekitar 20% pasokan minyak global, selama bertahun-tahun menjadi titik ketegangan antara Iran dan Barat. Blokade yang diberlakukan AS sebagai bagian dari tekanan ekonomi dan militer kini dicabut tanpa syarat tambahan.

Dengan berakhirnya sengketa maritim ini, pihak Iran menyatakan bahwa kawasan itu memasuki “era baru”—di mana stabilitas perdagangan dan keamanan maritim kembali menjadi prioritas bersama. Meski tidak menyebutkan penarikan sanksi ekonomi secara eksplisit, para analis memperkirakan bahwa pembukaan Selat Hormuz akan membuka pintu bagi negosiasi lebih luas terkait program nuklir dan hubungan diplomatik jangka panjang.

Kesepakatan ini juga direspons dengan hati-hati oleh sekutu AS di kawasan, sementara negara-negara pengimpor energi seperti China, India, dan Jepang menyambutnya sebagai angin segar bagi stabilitas harga minyak global.

Previous articlePresiden Jerman Melintas, 10 Ruas Jalan Ibu Kota Ditutup Sementara
Next articleCucu Bunuh Nenek dan Selingkuhan Gegara Utang
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.