Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas secara tegas dan berkelanjutan. Pernyataan itu dilontarkan menyusul serangan udara AS di provinsi Hormozgan, selatan Iran, yang menargetkan sejumlah titik strategis termasuk Pulau Qeshm, Sirik, Minab, dan Jask.
“Meskipun kalah di medan perang, AS memilih menguji tekad kami,” ujar Araghchi dalam unggahan di platform X, Rabu (10/6/2026). “Angkatan Bersenjata Iran tidak akan membiarkan satu ancaman pun tanpa respons yang setimpal.”
Araghchi mengingatkan Amerika Serikat agar segera meninggalkan kawasan Teluk Persia jika menginginkan keamanan. “Sejarah Teluk Persia penuh dengan kisah nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu stabilitas wilayah ini,” tegasnya, merujuk pada puluhan tahun konflik dan intervensi asing di kawasan strategis itu.
Serangan AS, yang diklaim sebagai operasi “pertahanan diri” oleh Komando Pusat Amerika (CENTCOM), dilancarkan sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS dalam insiden sebelumnya. Presiden Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi kejadian tersebut, menyebut helikopter yang jatuh sebagai salah satu yang paling canggih di armada AS.
Di dalam negeri, Iran melaporkan ledakan dan serangan proyektil di sejumlah lokasi pesisir selatan. Pertahanan udara langsung dikerahkan di Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Namun, televisi pemerintah kemudian menyatakan bahwa gelombang serangan telah mereda, dan situasi kini “hampir tenang”.
Tidak ada laporan korban sipil atau kerusakan besar dari pihak Iran, namun ketegangan di Teluk Persia kembali memanas. Araghchi menekankan bahwa balasan Iran tidak akan bersifat spontan, melainkan terencana dan bertahap—“satu per satu”—sejalan dengan strategi bertahan yang telah teruji sejak dekade lalu.
Dengan latar belakang sejarah panjang resistensi terhadap kekuatan asing di kawasan, Iran tampak memilih untuk tidak merespons dengan kekuatan besar sekaligus, tetapi dengan ketahanan yang tak tergoyahkan. Pesannya jelas: siapa pun yang mengganggu Teluk Persia, akan berhadapan dengan sejarah yang tak pernah lupa.

















