Sumbawanews.com,- Apple memastikan iPhone 18 Pro akan dibanderol lebih tinggi dari pendahulunya, iPhone 17 Pro, akibat lonjakan harga komponen memori global yang dipicu permintaan masif dari industri kecerdasan buatan. Pernyataan ini ditegaskan langsung oleh CEO Tim Cook dalam wawancara eksklusif dengan The Wall Street Journal, mengakhiri spekulasi bahwa harga perangkat flagship Apple akan tetap stabil.
Cook mengakui bahwa pasokan RAM dan penyimpanan NAND flash kini mengalami tekanan berat. Produsen chip seperti Samsung dan Micron Technology lebih memprioritaskan produksi untuk server AI, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen—termasuk smartphone—menyempit drastis. “Kenaikan harga tidak dapat dihindari,” ujar Cook. “Kami telah berupaya menahan dampaknya, tetapi situasi saat ini sudah tidak berkelanjutan.”
Berdasarkan analisis TechInsights, biaya komponen memori diperkirakan melonjak hingga empat kali lipat pada akhir 2026 dibanding tahun lalu. Untuk iPhone 17 Pro, biaya RAM 12GB sekitar USD 39, sementara pada iPhone 18 Pro diperkirakan membengkak menjadi USD 145. Demikian pula dengan penyimpanan: flash storage 256GB yang semula USD 13 kini melonjak ke USD 51. Jika dijumlahkan, biaya produksi dasar iPhone 17 Pro sekitar USD 582, sedangkan versi terbaru diperkirakan mencapai USD 726—naik hampir 25 persen.
Untuk mempertahankan margin keuntungan yang konsisten, Apple kemungkinan akan menetapkan harga awal iPhone 18 Pro di kisaran USD 1.299—naik USD 200 dari iPhone 17 Pro yang dijual USD 1.099. Jika Apple menambahkan sistem kamera baru yang dikabarkan memakan biaya 50 persen lebih mahal, harga bisa tembus USD 1.399 atau lebih. Model Pro Max kemungkinan tetap berada USD 100 di atas Pro, mengikuti pola historis.
Tak hanya iPhone, perangkat lain seperti Mac dan iPad juga berpotensi mengalami kenaikan harga lebih cepat. Sebelumnya, Apple sudah diam-diam menaikkan harga Mac Mini, menandai awal dari gelombang penyesuaian harga yang lebih luas. Lini iPhone 18 juga diperkirakan akan diperluas dengan peluncuran iPhone lipat pertama—disebut iPhone Ultra—dengan harga awal sekitar USD 2.000.
Meski semua angka masih bersifat estimasi, pernyataan Cook menjadi sinyal paling jelas bahwa Apple tidak lagi bisa menahan tekanan pasar. Kenaikan harga ini bukan sekadar respons terhadap inflasi, melainkan konsekuensi struktural dari pergeseran ekosistem teknologi global: kebutuhan akan kecerdasan buatan telah mengubah peta pasokan komponen, dan konsumen menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Peluncuran resmi iPhone 18 Pro, Pro Max, dan iPhone Ultra dijadwalkan pada September 2026. Hingga saat itu, semua prediksi tetap berada dalam ranah perkiraan—tapi satu hal sudah pasti: harga iPhone terbaru akan lebih tinggi, dan ini bukan lagi rumor.















