Sumbawanews.com,- John Stones mengaku belum bisa move on dari kekalahan memilukan Inggris 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Dalam kondisi emosional yang masih terguncang, ia harus segera fokus menghadapi Prancis dalam laga perebutan peringkat ketiga yang akan berlangsung di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026).
Kekalahan itu terjadi setelah Inggris sempat unggul lewat gol Anthony Gordon di menit ke-55, sebelum Argentina menyamakan kedudukan melalui Enzo Fernández di menit ke-85 dan menutup kemenangan dengan gol Lautaro Martínez di injury time menit ke-90+2. Stones, yang bermain di jantung pertahanan, menjadi saksi langsung kegagalan timnya menghentikan serangan balik Argentina, termasuk kesalahan yang memungkinkan Messi mengirim umpan silang yang ditanduk Lautaro menjadi gol penentu.
Dalam wawancara dengan ESPN, Stones mengakui bahwa ia terus memikirkan skenario “bagaimana jika” dan menyesali keputusan-keputusan pribadinya selama laga. “Ini sulit dicerna langsung. Emosi masih sangat kuat, dan saya yakin baru akan benar-benar terasa setelah semuanya reda,” ujarnya. Ia menyadari bahwa waktu sangat singkat untuk pulih secara mental, mengingat laga melawan Prancis datang begitu cepat setelah kekalahan itu.
Meski demikian, Stones menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah. “Kami masih punya kesempatan meraih medali perunggu. Itu penting, dan kami harus bangkit,” katanya. Laga antara Inggris dan Prancis bukan hanya soal gengsi, tapi juga kesempatan terakhir bagi para pemain untuk menutup perjalanan Piala Dunia 2026 dengan prestasi nyata.















