Home Berita Olah Raga Inggris Dipermalukan Panama, Media Soroti Performa Mondar-Mandir

Inggris Dipermalukan Panama, Media Soroti Performa Mondar-Mandir

Sumbawanews.com,- Timnas Inggris resmi lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai menang 2-0 atas Panama di MetLife Stadium, East Rutherford, pada Minggu, 28 Juni 2026. Namun, kemenangan itu tak mampu menenangkan kritik tajam dari media dalam negeri, yang menyebut performa The Three Lions jauh dari harapan.

Meski lolos sebagai runner-up Grup L dengan tujuh poin, Inggris tampil lesu selama 45 menit pertama. Harry Kane dan rekan-rekannya gagal menembus pertahanan Panama yang disiplin dan penuh semangat. Hanya dua tembakan tepat sasaran yang diciptakan tim asuhan Thomas Tuchel hingga jeda, membuat fans dan analis merasa seperti menyaksikan ulangan dari laga sebelumnya melawan Ghana.

Kebuntuan baru pecah di menit ke-62, ketika Jude Bellingham menyambut umpan Bukayo Saka dengan tendangan akurat ke pojok gawang. Lima menit kemudian, Kane menggandakan keunggulan Inggris setelah menerima umpan terobosan dari Bellingham. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang, mengamankan tiket ke fase gugur.

Namun, kemenangan itu tak cukup untuk menutupi kekhawatiran mendalam. ESPN UK dalam laporan utamanya menyebut “tak menginspirasi” dan membandingkan permainan Inggris dengan “déjà vu” — pola yang sama muncul saat menahan imbang Ghana 0-0. “Mereka menghindari kehancuran, bukan memenangkan pertandingan,” tulis media tersebut.

Padahal, Panama berada di peringkat ke-42 FIFA — jauh di bawah Inggris yang diprediksi sebagai salah satu kandidat juara. Keberhasilan tim tamu mempertahankan lini belakang hingga babak kedua justru menjadi bahan perbincangan tajam di media sosial dan ruang redaksi. Banyak yang mempertanyakan kesiapan skuad Inggris menghadapi lawan lebih tangguh di babak 16 besar, dengan kemungkinan bertemu Portugal atau Spanyol.

Kekritikan ini bukan yang pertama. Setelah hasil imbang melawan Ghana, Tuchel sudah ditekan karena pola permainan yang terlalu kaku dan kurangnya kreativitas di lini tengah. Kini, kegagalan menghajar tim yang dianggap “di bawah kelas” justru memperdalam keraguan terhadap kesiapan Inggris untuk mempertahankan gelar di turnamen yang baru saja berakhir.

Dengan kemenangan ini, Inggris menjadi salah satu dari 16 tim dari Eropa yang lolos ke babak 32 besar. Tapi bagi banyak pengamat, kemenangan atas Panama bukanlah bukti kekuatan — melainkan pengingat bahwa di Piala Dunia, kesombongan bisa berubah menjadi kekalahan yang memalukan.

Previous articleKolombia dan Portugal Imbang, Uzbekistan Pimpin Lawan RD Kongo
Next articlePortugal Sengaja Incar Imbang Lawan Kolombia demi Hindari Jalur Neraka di Piala Dunia 2026