Home Berita Olah Raga Indonesia Gagal Lanjut, Penantian Gelar Piala AFF Masih Belum Berakhir

Indonesia Gagal Lanjut, Penantian Gelar Piala AFF Masih Belum Berakhir

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tersingkir di fase grup ASEAN Championship 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, pada Jumat (7/8). Meski unggul lebih dulu lewat gol Ragnar Oratmangoen, Garuda gagal mempertahankan keunggulan, sehingga finis di posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin, tertinggal dari Singapura (8 poin) dan Vietnam (10 poin) yang melangkah ke semifinal. Kegagalan ini memperpanjang catatan panjang Indonesia sebagai satu-satunya kekuatan besar sepak bola Asia Tenggara yang belum pernah meraih gelar Piala AFF sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996.

Meski menjadi tim dengan nilai pasar tertinggi di antara 10 peserta, skuad asuhan John Herdman tak mampu mengubah potensi finansial menjadi hasil di lapangan. Selama 15 edisi Piala AFF, Indonesia hanya mampu menjadi runner-up enam kali—pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020—sementara Thailand tetap menjadi raja dengan tujuh gelar, diikuti Singapura (empat gelar) dan Vietnam (tiga gelar). Malaysia, yang pernah mengalahkan Indonesia di final 2010, juga kembali masuk semifinal bersama Thailand, Singapura, dan Vietnam, menjadikan keempat tim ini sebagai satu-satunya juara masa lalu yang masih bertahan.

Media Malaysia, Stadium Astro, menyoroti ironi ini dengan tajam: “Indonesia adalah satu-satunya tim raksasa Asia Tenggara yang gagal memenangkan turnamen regional AFF.” Laporan itu juga menekankan bahwa mimpi 290 juta rakyat Indonesia untuk mengakhiri penantian 30 tahun pun kembali pupus. Dengan semifinal mempertemukan Thailand vs Singapura dan Vietnam vs Malaysia, trofi ASEAN Championship 2026 dipastikan akan kembali menjadi milik salah satu mantan juara—bukan Indonesia.

Pelatih John Herdman, meski kecewa, langsung memfokuskan pandangannya ke masa depan. Ia tak ingin kegagalan ini berlarut-larut, dan mulai menyoroti potensi pemain muda seperti Jay Idzes dan Kevin Diks sebagai fondasi perbaikan jangka panjang.

Previous articlePadang Dorong Pengakuan UNESCO sebagai Kota Gastronomi Pertama Indonesia
Next articleKMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, KNKT Fokus Investigasi Penyebab