Sumbawanews.com,- Wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev, menjadi sorotan tajam setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay di Philadelphia pada Sabtu, 4 Juli 2026. Pertandingan yang berakhir 1-0 untuk Prancis justru lebih dikenang karena kontroversi keputusan wasit yang dinilai sepihak dan gagal mengendalikan permainan keras dari tim asal Amerika Selatan.
Tantashev mendapat kritik luas karena tidak memberikan kartu kuning kepada sejumlah pemain Paraguay yang melakukan pelanggaran keras, termasuk tekel keras terhadap Kylian Mbappe oleh Juan Jose Caceres dan senggolan ke perut Dayot Upamecano oleh Gabriel Avalos. Padahal, tiga pemain Prancis—Manu Kone, Bradley Barcola, dan Michael Olise—menerima kartu kuning, sementara seluruh 13 pelanggaran yang dilakukan Paraguay berlalu tanpa sanksi apapun. Statistik menunjukkan, meski jumlah pelanggaran hampir seimbang (13 untuk Paraguay, 11 untuk Prancis), hanya Prancis yang dihukum.
Kinerja Tantashev menuai reaksi pedas dari para mantan pemain dan analis sepak bola. Thomas Hitzlsperger dari BBC Sport menyebutnya sebagai “performa wasit terburuk yang pernah saya lihat di turnamen ini,” sementara Joe Hart menegaskan bahwa wasit seharusnya segera menegakkan disiplin sejak awal untuk mencegah eskalasi kekerasan. Pat Nevin, pandit BBC, menambahkan bahwa standar pengawasan wasit di Piala Dunia 2026 tampak jauh berbeda dibanding edisi sebelumnya, memicu kebingungan di kalangan penggemar dan tim.
Kontroversi ini memperburuk citra wasit dalam laga bersejarah yang seharusnya menjadi momen kejayaan para pemain, bukan pusat perdebatan soal keadilan arbitrase. Banyak pihak kini mempertanyakan kesiapan Tantashev untuk memimpin laga-laga krusial selanjutnya di turnamen ini.















