Home Berita Nasional Hitler Jadi Führer dan Irak Invasi Kuwait, 2 Agustus dalam Sejarah

Hitler Jadi Führer dan Irak Invasi Kuwait, 2 Agustus dalam Sejarah

Sumbawanews.com,- Pada 2 Agustus 1934, Adolf Hitler resmi menjadi kepala negara Jerman dengan gelar Führer, menyatukan jabatan presiden dan kanselir setelah kematian Paul von Hindenburg. Delapan puluh enam tahun kemudian, pada 2 Agustus 1990, Irak di bawah Saddam Hussein melancarkan invasi ke Kuwait, memicu meletusnya Perang Teluk Persia. Kedua peristiwa ini menjadi titik balik besar dalam sejarah abad ke-20: satu memperkuat diktatorisme Nazi di Eropa, yang kemudian memicu Perang Dunia II dan Holocaust; yang lain memicu koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk membebaskan Kuwait dan mengubah peta keamanan Timur Tengah.

Hitler, yang sebelumnya menjabat sebagai kanselir sejak 1933, menghapus sisa-sisa demokrasi Weimar dan mengkonsolidasikan kekuasaan mutlak setelah pengesahan undang-undang yang menggabungkan jabatan presiden dan kanselir. Sementara itu, invasi Irak ke Kuwait pada 1990 diawali dengan penyerangan militer mendadak yang memicu kecaman global, sanksi PBB, dan akhirnya operasi militer bernama Badai Gurun yang dimulai pada Januari 1991.

Kedua peristiwa ini tetap menjadi rujukan sejarah tentang bagaimana keputusan politik tunggal dapat mengubah arah peradaban.

Previous articleUnai Emery Terbuka untuk Latih Timnas Indonesia
Next articleHarga iPhone 18 Pro Diprediksi Melonjak Hingga Rp5,4 Juta