Sumbawanews.com,- Tidak ada hubungan sama sekali antara dirinya dengan upaya menggulingkan pemerintah. Pernyataan tegas itu dilontarkan oleh Jenderal (Purn) Prof. Dr. Hendropriyono, mantan Kepala BIN, menanggapi berbagai isu yang beredar di media sosial dan sejumlah forum publik belakangan ini. Ia menilai, klaim-klaim yang menyebut dirinya terlibat dalam aksi politik ekstrem itu tidak berdasar dan sengaja dibuat untuk memancing kekacauan.
“Saya sudah pensiun dari semua jabatan resmi. Saya tidak punya kepentingan politik praktis, apalagi ingin menggulingkan pemerintah yang sah,” ujar Hendropriyono dalam wawancara eksklusif di kediamannya di Jakarta, Senin (14/8/2023). Ia menekankan, sebagai mantan pejabat negara yang pernah menjabat di posisi strategis, ia justru lebih memahami betapa pentingnya stabilitas dan hukum dalam tata kelola negara.
Isu yang beredar disebut bermula dari rekaman audio yang beredar di grup WhatsApp dan diunggah ulang di platform media sosial, yang diduga berisi percakapan sejumlah tokoh membahas rencana “pergantian kekuasaan”. Namun, Hendropriyono menegaskan, ia tidak pernah terlibat dalam percakapan semacam itu, dan tidak mengenal sebagian besar nama yang disebut dalam rekaman tersebut. “Saya tidak pernah bicara soal itu. Bahkan, saya tidak tahu siapa yang merekam atau menyebarkan itu,” katanya.
Ia juga menyoroti pola penyebaran informasi yang semakin tidak terkendali. “Ini bukan lagi diskusi publik, tapi manipulasi opini. Ada yang sengaja menyalurkan kecurigaan ke arah tokoh-tokoh yang dianggap kritis, agar masyarakat terpecah,” ujarnya. Hendropriyono menambahkan, sebagai mantan tokoh intelijen, ia sangat paham bagaimana informasi bisa dimanipulasi untuk kepentingan tertentu—dan ia menolak menjadi alat dalam permainan itu.
Pernyataannya itu mendapat respons cepat dari sejumlah kalangan sipil dan militer. Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto, menyatakan dukungan terhadap Hendropriyono, menilai bahwa tuduhan tanpa bukti itu berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. “Kita harus waspada terhadap hoaks yang mengancam persatuan. Pak Hendropriyono adalah tokoh yang konsisten menjaga keutuhan NKRI,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaku telah memantau perkembangan isu tersebut dan siap bekerja sama dengan aparat hukum jika ditemukan indikasi penyebaran informasi bohong yang meresahkan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum diverifikasi,” demikian pernyataan resmi Kemenkominfo.
Hendropriyono, yang kini aktif sebagai dosen dan penulis buku sejarah politik, menutup pernyataannya dengan nada filosofis: “Negara bukan milik siapa-siapa. Negara adalah amanah. Dan saya, sampai detik ini, masih percaya pada amanah itu.”

















