Sumbawanews.com,- Pep Guardiola mengungkapkan luka pribadi akibat perceraian dengan istri tercinta, Cristina Serra, dalam dokumenter *A Beautiful Obsession* yang tayang di Amazon Prime pada 19 Agustus 2026. Pernikahan selama 10 tahun itu berakhir pada akhir 2024, setelah hubungan mereka berlangsung lebih dari tiga dekade sejak 1994. Dalam momen emosional setelah kekalahan 0-2 dari Juventus di Liga Champions pada Desember 2024, Guardiola berbicara terbuka kepada para pemain Manchester City: “Aku telah berpisah dari wanita tercantik di muka bumi, istriku atau mantan istriku. Aku mencintainya dengan cinta yang tak terlukiskan, tetapi kami kehilangan gairah.” Ia menekankan pentingnya gairah dalam hidup dan permainan, bukan hanya sebagai pelatih, tapi sebagai manusia.
Dokumenter itu mengungkap bagaimana tekanan pribadi memengaruhi perilakunya di luar lapangan. Sebelumnya, pada November 2024, Guardiola menjadi sorotan setelah ditemukan memiliki goresan di kepala dan hidungnya usai laga imbang 3-3 melawan Feyenoord di Liga Champions. Meski tidak secara eksplisit mengaitkannya dengan kondisi emosionalnya, staf teknis senior Man City, Manel Estiarte, mengakui bahwa para pemain khawatir melihat perubahan pada diri Guardiola. “Mereka khawatir karena Pep gugup, sedih, berbeda, dan saya satu-satunya yang tahu alasannya. Saya memberi tahu mereka: Kalian sedang melihat seorang manusia. Dia sedang mengalami proses perceraian,” ujar Estiarte.
Guardiola dan Cristina Serra memiliki tiga anak bersama. Perceraian mereka baru diumumkan publik pada Januari 2025, setelah berbulan-bulan menjadi rahasia keluarga. Dalam dokumenter itu, Guardiola tidak hanya membahas kekalahan atau taktik, tapi juga kerentanan manusiawinya—sebuah sisi yang jarang terlihat dari sang arsitek dominasi Man City selama lebih dari satu dekade.















