Home Berita Olah Raga Gestur Tutup Mulut Bisa Kena Kartu Merah di Super League 2026/2027

Gestur Tutup Mulut Bisa Kena Kartu Merah di Super League 2026/2027

Sumbawanews.com,- Pemain yang menutup mulut sambil menyampaikan ujaran provokatif di lapangan akan langsung menerima kartu merah mulai musim Super League 2026/2027. Aturan ini diterapkan berdasarkan perubahan terbaru Laws of The Game yang disahkan IFAB, dan akan berlaku di semua kompetisi sepak bola profesional Indonesia. Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengonfirmasi penerapan aturan ini setelah sebelumnya diberlakukan di Piala Dunia 2026, di mana pemain Paraguay Miguel Almiron dan Ekuador Piero Hincapie menjadi dua kasus pertama yang dihukum karena gestur serupa.

Namun, Ogawa menekankan bahwa tidak semua gestur tutup mulut dianggap pelanggaran. Dalam konteks persahabatan—misalnya saat dua pemain yang sebelumnya bermain di klub sama namun kini membela tim nasional berbeda—gestur itu dianggap sebagai bentuk komunikasi pribadi dan tidak akan dikenai sanksi. PSSI menekankan bahwa penilaian wasit akan mempertimbangkan konteks dan niat di balik tindakan tersebut.

Selain aturan gestur tutup mulut, sejumlah perubahan teknis lain juga akan diterapkan di Liga Indonesia. Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik, lemparan ke dalam diberi batas waktu lima detik, dan kiper hanya diperbolehkan memegang bola selama delapan detik dalam situasi open play. Perubahan ini bertujuan mempercepat ritme permainan dan memperkuat konsistensi standar internasional.

Super League 2026/2027 resmi dibuka pada Jumat, 4 September 2026, dengan laga pembuka antara Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC pukul 15.30 WIB. Sementara itu, Championship 2026/2027 baru akan bergulir seminggu kemudian, pada 11 September, diawali pertandingan PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru.

Previous articleMusisi Meksiko dan Keluarga Tewas Ditembak dalam Pembunuhan Brutal
Next articleManchester United Gagal Rekrut Bek Kiri, Shaw Tetap Jadi Andalan