Home Berita Nasional Gempa Venezuela Tewaskan 920 Jiwa, Operasi Penyelamatan Masih Berjalan

Gempa Venezuela Tewaskan 920 Jiwa, Operasi Penyelamatan Masih Berjalan

Sumbawanews.com,- Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela mencapai 920 orang hingga Jumat (26/6/2026), menurut pernyataan resmi Jorge Rodríguez, Ketua Majelis Nasional Venezuela. Angka ini melonjak dari sebelumnya 589 korban yang diumumkan beberapa jam sebelumnya oleh Presiden Sementara Delcy Rodríguez.

Gempa berkekuatan M7,5 dan M7,2 yang mengguncang wilayah itu pada Rabu (24/6/2026) meruntuhkan bangunan-bangunan di kota-kota besar, terutama di sekitar ibu kota Caracas. Pencarian korban yang masih terperangkap di bawah puing-puing terus dilakukan oleh tim penyelamat yang bekerja tanpa henti, meski akses ke sejumlah wilayah masih terhambat oleh kerusakan infrastruktur dan risiko longsor.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespons dengan mobilisasi besar-besaran. Lebih dari 25 tim pencarian dan penyelamatan dari 17 negara telah tiba di Venezuela, membawa lebih dari seribu personel bersama peralatan canggih untuk mendeteksi kehidupan di bawah reruntuhan. Tim dari Amerika Serikat, Meksiko, Chile, Kolombia, Italia, Swiss, Turki, Jerman, Prancis, Spanyol, dan sejumlah negara Eropa serta Amerika Latin telah berada di lokasi bencana.

Juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Jens Laerke, menyebut respons internasional sebagai salah satu yang tercepat dan terbesar dalam sejarah modern. “Ini adalah salah satu bencana paling dahsyat yang pernah kita lihat, tetapi juga menunjukkan bahwa ketika dunia bersatu, kita bisa bekerja dengan kecepatan dan skala yang luar biasa,” ujarnya di Jenewa.

Badan PBB itu menegaskan bahwa prioritas utama kini adalah menyelamatkan nyawa yang masih tersisa, menyediakan air bersih, makanan, dan perawatan medis mendesak bagi puluhan ribu warga yang kehilangan rumah. Estimasi awal menyebut lebih dari 70.000 keluarga terdampak, dengan ribuan lainnya mengungsi di jalanan, taman, dan tempat-tempat terbuka karena takut akan gempa susulan.

Di tengah kekacauan, warga Venezuela berbondong-bondong membantu satu sama lain—menggali puing dengan tangan kosong, membagikan makanan, dan membawa korban ke rumah sakit darurat yang kekurangan stok obat dan tenaga medis. Pemerintah Venezuela belum mengumumkan rencana pemulihan jangka panjang, tetapi menegaskan bahwa semua upaya dilakukan dalam kondisi krisis ekonomi dan infrastruktur yang sudah lemah sebelum gempa.

Operasi penyelamatan diprediksi akan berlangsung berhari-hari lagi, dengan para ahli memperingatkan bahwa angka korban tewas bisa terus meningkat seiring waktu. Dengan setiap detik yang berlalu, harapan menemukan korban hidup menipis—tapi upaya untuk menemukan mereka tidak berhenti.

Previous articleVenezuela Diguncang 300 Gempa Susulan, Korban Tewas Capai 920 Orang
Next articleVeda Ega Pratama Catat Waktu Tercepat Kedua di FP2 Moto3 Belanda