Sumbawanews.com,- Pada 26 Juli 2026, seismograf Gunung Ijen di Jawa Timur merekam satu kali gempa Tornillo dengan amplitudo 6 mm dan durasi 6 detik. Aktivitas ini tercatat dalam laporan harian Badan Geologi yang mencatat pula satu gempa embusan, tiga gempa vulkanik dangkal, dua gempa tektonik jauh, dan satu tremor menerus dalam periode 24 jam. Gempa Tornillo, yang sebelumnya juga teramati di Gunung Lewotobi Laki-Laki pada 7–8 September 2025, terjadi akibat pergerakan fluida—magma atau gas—di celah sempit dalam saluran vulkanik, menyebabkan getaran akibat tekanan tinggi yang terperangkap. Badan Geologi menjelaskan fenomena ini terkait dengan zona rekahan dangkal di wilayah sesar yang terisi fluida. Status aktivitas Gunung Ijen tetap di Level I (Normal). Pengamatan visual menunjukkan kawah utama mengeluarkan asap putih tipis setinggi 50–100 meter, dengan kondisi gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati dasar kawah, tidak bermalam dalam radius 500 meter dari kawah, serta waspada terhadap potensi aliran gas CO2 di sepanjang Sungai Banyupait-Banyuputih dan gas beracun di sekitar kawah.
Home Serba Serbi Tekno Gempa Tornillo Terdeteksi di Gunung Ijen, Tanda Pergerakan Fluida Dalam Sistem Vulkanik















