Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara, pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 09.31 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, pergerakan tanah bersifat geser naik (oblique thrust fault), dengan episentrum dan hiposentrum berada pada kedalaman menengah.
Getaran gempa dirasakan berbeda-beda di sejumlah wilayah. Di Halmahera Utara, intensitas mencapai III–IV MMI: getaran kuat terasa oleh banyak orang di dalam rumah, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding berbunyi. Di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai, getaran terasa dengan intensitas III MMI—terasa seperti truk lewat di dekat bangunan. Sementara di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango, getaran tercatat II–III MMI, dirasakan jelas oleh penghuni rumah namun tidak menimbulkan kerusakan.
Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.















