Sumbawanews.com,- Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi, memicu getaran kuat yang terasa hingga ke sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Sulawesi Utara. BMKG mengonfirmasi getaran terkuat dirasakan di Morotai, Halmahera Utara, dengan intensitas IV MMI—di mana penduduk merasakan guncangan jelas, jendela berderit, dan dinding berbunyi.
Di Toli-Toli dan Gorontalo Utara, getaran mencapai skala III–IV MMI, membuat hampir semua warga merasakan goncangan hingga terbangun dari tidur. Wilayah lain yang melaporkan guncangan dengan intensitas III MMI meliputi Manado, Minahasa, Bitung, Palu, Gorontalo, Ternate, Halmahera Barat, Selatan, Timur, Tengah, dan Bolaang Mongondow Timur. Meski tidak ada laporan kerusakan struktural, gempa ini memicu tsunami kecil di tiga lokasi di Maluku Utara: Kedi (0,09 meter), Ulu Sia (0,18 meter), dan Melonguane (0,19 meter).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa tsunami yang terjadi bersifat lokal dan tidak mengancam wilayah lebih luas. “Tidak ada peringatan tsunami tingkat nasional, namun masyarakat di pesisir tetap diminta waspada,” ujarnya dalam jumpa pers virtual. Gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar mendalam di zona subduksi Filipina, yang secara geologis terhubung dengan jalur tektonik di Sulawesi.
BMKG terus memantau perkembangan, sementara pemerintah daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara telah mengimbau warga untuk tidak panik, tetap menghindari pantai dalam beberapa jam ke depan, dan memastikan kesiapan tanggap darurat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan.

















