Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, menewaskan setidaknya 224 orang, termasuk Mateo Valencia, putra berusia enam tahun dari Wali Kota Bahía Solano, Jairson Leonel Valencia. Bocah itu tewas saat rumah tempat tinggalnya runtuh akibat guncangan kuat yang berpusat di dekat Kota San Jose del Palmar, Departemen Chocó. Pemerintah setempat menyatakan duka mendalam atas kehilangan Mateo, yang menjadi simbol duka keluarga dan masyarakat di wilayah paling terdampak. Gubernur Chocó, Nubia Carolina Córdoba-Curi, dan mantan Gubernur Chocó, Luis Gilberto Murillo, turut menyampaikan belasungkawa, menyerukan kekuatan dan ketenangan bagi keluarga wali kota dan korban lainnya.
Puluhan warga memadati doa bersama malam harinya, menyalakan lilin sebagai tanda penghormatan kepada Mateo dan para korban lain yang jatuh akibat bencana tersebut. Gempa yang dirasakan hingga ke negara tetangga itu memicu status bencana nasional, dengan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menginstruksikan distribusi bantuan darurat ke daerah-daerah terpencil. Sejumlah infrastruktur penting, termasuk menara katedral dan bandara, mengalami kerusakan parah, sementara upaya penyelamatan terus berlangsung di antara puing-puing bangunan yang runtuh.














