Sumbawanews.com,- Pakar Telematika Roy Suryo mendatangi Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Rabu, 2 September 2026, untuk menanyakan mengapa gelar kehormatan “Honours” yang tercantum dalam ijazah S1 Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tidak muncul dalam Surat Keputusan (SK) penyetaraan ijazah. Ia didampingi Luke Susilo, yang membawa dokumen resmi dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) bekerja sama dengan Universitas Bradford, yang secara eksplisit menyebut gelar “Bachelor of Science (Honours)”.
Roy Suryo menegaskan, dalam dokumen asli dari institusi pendidikan luar negeri tersebut, gelar kehormatan “Honours” jelas tercantum dalam kurung sebagai bagian dari gelar akademik. Namun, dalam SK penyetaraan yang diterbitkan Kemendiktisaintek, gelar itu lenyap tanpa penjelasan apapun. “Kenapa bisa hilang?” tanya Roy Suryo kepada wartawan, menekankan bahwa ini bukan sekadar masalah formalitas, tapi menyangkut integritas proses penyetaraan ijazah pejabat negara.
Ia menuntut kejelasan dari pihak kementerian terkait alasan penghapusan gelar kehormatan tersebut, menilai bahwa penghilangan elemen akademik penting dalam dokumen resmi negara perlu dipertanggungjawabkan secara transparan.















