Home Berita Olah Raga Garuda Muda Gagal Cetak Gol, Tapi Jalan ke Piala Asia U-20 Masih...

Garuda Muda Gagal Cetak Gol, Tapi Jalan ke Piala Asia U-20 Masih Terbuka

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia U-20 gagal menang dalam laga pembuka Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada Senin, 31 Agustus, di Vientiane, Laos. Meski menguasai bola 53 persen dan melepaskan 13 tembakan—empat di antaranya tepat sasaran—serta 13 sepak pojok, Garuda Muda tak mampu memanfaatkan peluang emas. Di menit ke-79, Irpan Abadi Siregar gagal menyundul bola liar akibat kesalahan kiper Malaysia, Faez Iqhwan, yang melambung tipis di atas mistar. Sebelumnya, Muhammad Isfandyar Abdillah juga gagal mengubah bola muntah dari Rafi Rasyiq menjadi gol di menit ke-65. Hasil ini menjadi ujian berat bagi skuad arahan Nova Arianto, yang masih memiliki dua laga tersisa melawan Laos dan Australia untuk mengejar tiket ke putaran final di China.

Meski kegagalan mencetak gol menjadi titik lemah utama, pertahanan Indonesia justru menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan kegagalan di Piala Asia U-20 2025, di mana tim kebobolan enam gol dalam dua laga. Malaysia yang bermain dengan garis pertahanan tinggi nyaris tak menciptakan ancaman berarti, sementara lini belakang yang dipimpin I Putu Panji Apriawan semakin solid di babak kedua. Tiga pemain berbasis luar negeri—Amar Brkic, Welber Jardim, dan Eizar Jacob—tetap menjadi harapan utama untuk memberi sentuhan kualitas di level Asia. Dengan enam pekan persiapan intensif di Yogyakarta, Solo, hingga Thailand, skuad ini diharapkan bisa mengejar ketertinggalan dari catatan buruk dua tahun lalu, ketika di bawah Indra Sjafri, Indonesia finis ketiga di Grup C dengan hanya satu poin dan selisih gol minus lima.

Laga berikutnya melawan tuan rumah Laos menjadi kesempatan krusial. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Indonesia unggul tiga menang dan satu imbang. Namun, faktor lapangan dan semangat publik lokal bisa mengubah dinamika. Jika Indonesia mampu meraih tiga poin di Vientiane, maka laga pamungkas melawan Australia—juara bertahan setelah menaklukkan Arab Saudi lewat adu penalti di final Piala Asia U-20 2025—menjadi penentu nasib. Skenario ideal: menang atas Laos dan meraih poin dari Australia, membuka peluang finis sebagai runner-up terbaik di antara sembilan grup. Posisi Indonesia di Grup H sendiri merupakan konsekuensi langsung dari kegagalan di 2025, yang membuat mereka keluar dari pot unggulan AFC. Kini, era Nova Arianto berada di titik kritis: apakah kegagalan mengeksekusi peluang melawan Malaysia hanya insiden, atau awal dari siklus kegagalan yang sama? Pintu menuju China belum tertutup—tapi waktu semakin sempit.

Previous articleLautaro Martinez Tolak Barcelona, Janji Bertahan di Inter Milan
Next articleBalogun Ngambek, Tiga Klub Gagal Gapai Transfer di Deadline Bursa