Sumbawanews.com,- Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui bahwa meminta pemain akademi La Masia untuk meninggalkan klub adalah keputusan paling sulit dalam karier kepelatihannya. Meski para pemain itu masih berhasrat membela Barca, Flick memutuskan untuk melepaskan sejumlah talenta muda demi kepentingan perkembangan mereka dan ambisi tim meraih gelar.
Dalam beberapa pekan terakhir, Barcelona melepaskan Tommy Marques, Ansu Fati, Inaki Pena, Jofre Torrents, Hector Fort, Alvaro Cortes, Toni Fernandez, Guille Fernandez, dan Marc Casado—semua berasal dari sistem akademi. Mereka tidak meminta pergi, tetapi Flick meyakini bahwa menit bermain yang konsisten lebih penting daripada bertahan di bangku cadangan. “Saya tahu impian mereka adalah bermain untuk Barca. Tapi di sini, kami ingin menang. Untuk saat ini, kami melakukannya dengan baik,” ujar Flick dalam konferensi pers menjelang laga melawan Valencia.
Flick menegaskan bahwa keputusan ini diambil bersama Direktur Olahraga Deco, sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Meski sejumlah nama pergi, Barcelona tetap bergantung pada benih-benih muda dari La Masia. Xavi Espart dan Brian Farinas baru saja dipromosikan ke tim utama musim panas ini, sementara nama-nama seperti Iu Martinez, Ebrima Tunkara, dan Ibrahima Diarra diprediksi akan menyusul di masa depan.
Dengan demikian, meski kehilangan beberapa pemain muda, visi Flick jelas: membangun tim yang kompetitif tanpa mengorbankan identitas klub—dengan La Masia tetap menjadi jantungnya.















