Sumbawanews.com,- FIFA ASEAN Cup 2026, yang rencananya digelar di Indonesia, kini terpuruk dalam konflik politik antara FIFA dan tiga konfederasi besar dunia—AFC, UEFA, dan CONCACAF—setelah India secara resmi menarik diri dari keikutsertaan pada 12 Agustus 2024. Keputusan ini diambil oleh Asosiasi Sepak Bola India (AIFF) karena telah mengatur uji coba melawan Brasil pada periode September–Oktober, yang bertabrakan dengan jadwal turnamen. Pengunduran diri India dianggap sebagai sinyal kuat dukungan terhadap tekanan AFC terhadap FIFA, yang memicu ketegangan global di tubuh sepak bola internasional.
Konflik ini memuncak setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, menolak tuntutan resmi dari UEFA, AFC, dan CONCACAF untuk mundur dari jabatannya, menyusul perselisihan terkait penjualan saham Piala Dunia. Ketiga konfederasi itu kemudian mengancam akan memboikot semua kegiatan FIFA, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, sikap federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) tidak seragam. Meski AFF secara struktural berada di bawah naungan AFC, sejumlah anggotanya—Indonesia, Filipina, dan Timor Leste—secara terbuka mempertahankan dukungan terhadap Infantino, memperdalam perpecahan di kawasan.
FIFA ASEAN Cup sendiri dianggap sebagai inisiatif politik, karena digagas setelah penandatanganan memorandum kerja sama antara FIFA dan para pemimpin ASEAN, bukan melalui jalur resmi AFF. Hal ini memperkuat dugaan bahwa turnamen ini lebih merupakan alat diplomasi FIFA untuk memperluas pengaruhnya di kawasan, sekaligus menantang otoritas AFC. Dengan batalnya India dan banyak negara yang sudah mengunci jadwal uji coba internasional, pencarian pengganti peserta menjadi sangat sulit, mempertaruhkan kelangsungan even yang seharusnya menjadi ajang penguatan sepak bola Asia Tenggara.















