Sumbawanews.com,- Anthropic mendadak menarik akses publik terhadap model kecerdasan buatan terbarunya, Fable 5 dan Mythos 5, hanya tiga hari setelah peluncurannya. Keputusan ini diambil setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan perintah darurat yang mewajibkan perusahaan menutup akses seluruh pengguna global—termasuk karyawan asing—terhadap kedua model AI tersebut.
Peluncuran Fable 5 pada 9 Juni 2026 sempat menjadi sorotan dunia teknologi. Diklaim sebagai AI paling canggih yang pernah dirilis Anthropic, model ini mencatat skor 80,3 persen di benchmark SWE-Bench Pro, melampaui GPT-5.5 dan Cloud Opus 4.8. Ia juga menjadi AI pertama di dunia yang menembus angka 90 persen pada benchmark analitik Hex. Lebih mengejutkan lagi, Fable 5 berhasil menyelesaikan game Pokémon FireRed—tugas yang sebelumnya gagal dilakukan oleh model Claude lainnya.
Namun, keunggulan teknis itu justru menjadi bahan kekhawatiran. Pemerintah AS, tanpa merinci bukti konkret, menyatakan ada indikasi potensi jailbreak—metode untuk menembus batas keamanan AI—yang telah menjangkau pejabat tinggi. Meski Anthropic menegaskan telah menerapkan lapisan pengaman berlapis dan sistem pemantauan real-time, perusahaan mengaku hanya menerima keterangan lisan tentang satu kasus jailbreak yang bersumber dari pihak tak dikenal.
Dalam pernyataan resminya, Anthropic menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan penarikan ini. Perusahaan berpendapat bahwa temuan potensi risiko seharusnya diatasi melalui pembaruan keamanan, bukan dengan menghentikan akses secara total. “Menarik AI dari internet bukan solusi untuk tantangan keamanan, melainkan penghambatan inovasi,” ujar perwakilan perusahaan.
Meski Fable 5 dan Mythos 5 diblokir, model Claude lainnya—termasuk Claude Opus 4.8—tetap beroperasi normal untuk pengguna gratis maupun berlangganan. Mythos 5 sendiri sebelumnya hanya tersedia untuk mitra terpilih dalam Project Glasswing, program yang melibatkan infrastruktur kritis dan tim keamanan siber. Fable 5 dirancang sebagai versi publik dari Mythos, dengan peningkatan kemampuan namun tetap dibatasi oleh filter ketat yang mengalihkan pertanyaan sensitif tentang senjata kimia, biologi, atau eksploitasi siber ke Opus 4.8.
Kebijakan ini memicu perdebatan luas di kalangan komunitas AI. Banyak pakar menilai langkah AS sebagai tanda bahwa regulasi kecerdasan buatan mulai mengambil bentuk nyata—bukan hanya sebagai diskusi akademis, tapi sebagai kebijakan keamanan nasional yang mengikat. Sementara itu, Anthropic berjanji akan merilis penjelasan lebih rinci dalam 24 jam ke depan, termasuk analisis mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik perintah penarikan itu.
Dengan Fable 5 yang tiba-tiba menghilang dari dunia maya, pertanyaan besar kini menggantung: Apakah kemajuan AI harus dibatasi demi keamanan—atau justru keamanan harus dibangun bersama kemajuan?

















