Sumbawanews.com,- Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara terbuka mendukung inisiatif baru FIFA bernama FIFA Forward Enterprise, yang bertujuan meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola di seluruh anggota asosiasi. Dalam pernyataan resminya, Thohir menekankan bahwa keberhasilan Indonesia menghindari sanksi suspensi delapan tahun pasca-tragedi Kanjuruhan merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA. Ia menilai program ini sebagai langkah strategis yang dapat memberdayakan negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang memiliki basis penggemar terbesar di dunia—lebih besar bahkan dari Brasil—namun masih dianggap hanya sebagai pasar komersial belaka. Thohir menegaskan, Indonesia tidak sekadar membutuhkan pasar, tapi dukungan konkret berupa investasi infrastruktur dan pembinaan jangka panjang.
Ia mencontohkan komitmen nyata FIFA melalui pendirian kantor regional di Jakarta dan alokasi dana tahunan sebesar satu hingga dua juta dolar AS untuk pengembangan sepak bola di Asia Tenggara dan Oseania. Menurut Thohir, kehadiran fisik dan finansial FIFA di Indonesia bukan sekadar simbolis, melainkan bukti bahwa badan sepak bola dunia itu mengakui peran strategis negara ini dalam ekosistem global. Ia menambahkan, kebangkitan sepak bola Tanah Air tidak mungkin terjadi tanpa keberanian dan konsistensi FIFA dalam memberikan ruang bagi negara yang pernah terancam diusir dari panggung internasional.
Thohir menegaskan, dengan jumlah penggemar yang mendominasi interaksi media sosial klub-klub top Eropa, Indonesia layak diperlakukan sebagai mitra setara, bukan sekadar konsumen. Ia menyerukan agar FIFA tidak lagi melihat Indonesia hanya dari sisi potensi komersial, tetapi sebagai kekuatan budaya dan olahraga yang mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan sepak bola di kawasan. Dengan dukungan berkelanjutan, ia yakin Indonesia bisa menjadi contoh keberhasilan transformasi sepak bola pasca-krisis.















